Deteksi Dini Penyakit Kanker Agar Mudah Disembuhkan

Deteksi dini untuk penyakit kanker agar mudah disembuhkan

Terkini.id, – Penyakit kanker hingga saat ini masih menjadi penyakit yang “mahal” dan “menakutkan”. Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum sakit atau melakukan cek-up rutin. Khusus untuk penyakit kanker jika diketahui secara dini akan lebih mudah diobati dengan biaya tidak mahal.

“Orang kita (Indonesia) umumnya pergi ke dokter kalau sudah jatuh sakit. Padahal saat sehat kita dianjurkan untuk rutin memeriksakan kesehatan kita misalnya dengan cek-up,” kata dokter spesialis onkologi RS Kanker Dharmais, Dody Ranuhardy SpPD KHOM, dalam Media Work-shop, beberapa waktu lalu.

Menurut Dody, kasus yang sering datang kepadanya pasien yang menderita kanker dalam stadium lanjut. Sehingga sulit untuk disembuhkan, selain itu biaya untuk pengobatan pun menjadi mahal. “Obat-obat kanker memang sangat mahal karena sebagian besar masih impor,” ujarnya.

Satu kali pengobatan dan penyinaran saja bisa mencapai Rp 9 juta lebih. Sedangkan untuk obat-obatan standar untuk sekali kemoterapi sekitar Rp 600.000 dan obat di atas standar berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta.

Selain biaya pengobatan mahal, untuk mengoperasi kanker juga sangat rumit dan complicated. Pasien pun sangat tidak nyaman. Oleh karena itu pihaknya menyarankan agar masyarakat melakukan deteksi awal kanker.

Dody mengungkapkan tujuan khemoterapi adalah kesembuhan total pasien. Jika tidak bisa tercapai maka pengobatan itu untuk mengupayakan hidup lebih lama. Tahap berikutnya adalah menjaga kualitas hidup pasien lebih baik, misalnya pasien tidak merasa tertekan dan mencegah sesak nafas. Sehingga pasien dapat melakukan aktivitas. Jika sudah stadium akhir, upaya pengobatan adalah pengobatan paliatif dimana pengobatan hanya untuk anti nyeri, anti mual dan sebagainya.

Sementara itu, spesialis ginekolog, dr Nasdaly, mengatakan deteksi awal kanker yang mudah dan efektif dilakukan adalah kanker mulut rahim, leher rahim, serta payudara. “Itu yang saat ini efektif dan bisa dideteksi dini di RS Dharmais,” kata dr Daly.

Deteksi dini kanker payudara. Source : wanitasehatindonesia

Untuk menghindari terkena kanker mulut rahim (KMR) Dadly mengungkapkan beberapa faktor risikonya, menikah usia mudah atau kurang dari 18 tahun. Risiko lainnya yaitu, berganti-ganti pasangan seks, sering menderita infeksi di daerah kelamin, wanita yang melahirkan banyak anak, dan wanita perokok.

Di tempat yang sama, dr Fielda Djuita SpRad(K) Onk Rad, dari Instalasi Radioterapi RS Kanker payudara, mengatakan pasien penderita kanker payudara mencapai di atas 2.000 lebih sejak tahun 1995 hingga sekarang. Disusul oleh kanker leher rahim, nasopharyngeal, lungs, thyroid, rectum,tongue, prostate glands, lymphoma, dan lymphnode gland.

Komentar

Rekomendasi

Ini Cara Menghindari Virus Corona ala Johns Hopkins University, Kampus yang Sudah Prediksi Covid-19 di RI

Berikut 7 Tips Menghindari Stres Saat Karantina di Rumah

Berikut 7 Tips Menghindari Stres Saat Karantina di Rumah di Tengah Wabah Corona

Gambar Ini Menunjukkan Mengapa Cuci Tangan Harus 30 Menit

Direktur RS Batara Siang Pangkep Imbau Masyarakat Tak Panik Terkait Virus Corona

Bubbling Plus Surprise: Inovasi Produk Kesehatan Kini Hadir Di Kota Makassar

Pasien Virus Corona Bisa Sembuh Meski Belum Ada Obatnya, Asalkan…

Kemenkes Beberkan Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Corona Masuk ke Indonesia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar