Deviden Perusda Tak Maksimal, Irwan Adnan: Tak Ada Untungnya Buat Pemkot Makassar

Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Irwan Adnan berharap ada peningkatan efesiensi pendapatan Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Makassar.

Pasalnya efektifitas pemasukan atau deviden Perusda tidak begitu optimal hingga saat ini. 

Biaya yang didapatkan hanya cukup untuk biaya operasional, sementara deviden yang disetor sangat minim.

Baca Juga: Laskar Peduli Pajak Awasi Pelaku Usaha di Atas Omset 3...

“Jadi sama halnya bahwa kita membuat perusahaan daerah ini hanya untuk menjadi karyawan dan operasionalnya saja. Tidak ada untungnya buat Pemkot dan berarti kita tidak berpihak ke masyarakat gitu loh,” kata Irwan, Rabu, 21 April 2021.

Irwan mengatakan sebelumnya dirinya sempat keberatan dengan besaran setoran yang diklaim hanya 1 persen dari total pemasukan pemerintah. 

Baca Juga: Bapenda Makassar Respons Permintaan Pelaku Usaha Soal Insentif Pajak di...

Padahal, deviden tersebut diharapkan dapat menopang program-program pemerintah ke depan.

“Untuk dividen memang itu harus jadi perhatian karena dia sudah harus menyetor ini sebenarnya sebelum audit internal mereka. Harusnya memang di bulan-bulan ini sudah harus ada setoran dan itu setorannya tidak bisa dicicil-cicil. Tidak bisa karena itu penetapan tahun lalu,” katanya.

Hal ini berbanding terbalik dengan pemasukan pajak yang dikelolanya. Hingga saat ini pemerintah masih sangat tergantung dengan pajak.

Baca Juga: Tingkatkan PAD, Bapenda Makassar Maksimalkan Peran Laskar Peduli Pajak

“Kontribusi pajak mencapai 80-90 persen pemasukan daerah,” tuturnya.

Peran Perusda juga semestinya bisa memberikan kontribusi lewat retribusi yang dikelola. Pasalnya, kata Irwan sejumlah aset yang dikelola merupakan aset potensial yang bisa meningkat jauh jika dikelola oleh UPTD OPD.

“Memang agak miris melihat kalau kondisi dividen yang di serahkan ke pemkot, sehingga ini harus jadi perhatian. Makanya saya bilang satu-satunya jalan ya efisiensi,” tandasnya

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Helmi Budiman sebelumnya membeberkan ada dua dari enam perusda yang bahkan belum pernah menyetorkan Devidennya. Yaitu PD Rumah Potong Hewan (RPH) dan PD Terminal Makassar Metro.

Sementara tiap tahun kedua Perusda tersebut selalu menetapkan target. Namun tetap saja target ini sulit mereka capai.

“Deviden itu sudah final, jadi Pemkot Makassar sisa menunggu hasil deviden dari perusda masuk ke rekening kas daerah,” tegas dia.

Dia tidak ingin sesumbar terkait alasan tak terpenuhinya target tersebut. Kata dia hal ini menjadi urusan Perusda dengan Wali Kota. Pasalnya pihaknya hanya bertugas menerima laporan setoran dari masing-masing perusda.

Bagikan