Terkini.id, Makassar – Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, mengatakan Pemerintah Kota Makassar seyogyanya juga memberi bantuan sembako kepada perantau yang tak bisa mudik akibat pandemi Covid-19, seperti mahasiswa dan pelajar yang berasal dari luar daerah.
“Banyak daerah yang tidak bisa masuk, jadi mahasiswa tidak bisa pulang juga, kayak Selayar sudah tidak bisa masuk, jadi kasian juga mahasiswa ini,” ujar Rudianto di Gedung DPRD Kota Makassar, Jumat, 17 April 2020.
Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah kota juga memikirkan kondisi mahasiswa dan pelajar yang sekarang berdomisili di Makassar.
“Makanya Pemerintah bukan hanya memikirkan warganya juga, tapi harus tong juga dipikrikan perantau yang tidak bisa pulang,” lanjutnya.
Rudianto menyebut bantuan sembako yang bakal pemerintah bagikan harus mencakup seluruh elemen yang ada di Makassar, termasuk perantau.
- Wawali Makassar AMI Terima Audiensi MPM UNM, Bahas Pekan Parlemen 2026
- Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani PKL dan MTA di Industri RPA
- Grab Sambangi Makassar, Ajak Lebih dari 4.000 Mahasiswa Eksplorasi Potensi Diri
- Mahasiswa Desak Kejaksaan Usut Calon Bupati Gowa yang Diduga Bermasalah Terkait ini
- Seorang Mahasiswa di Makassar Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Lansia 70 Tahun
“Bantuannya ya untuk siapa pun yang terdampak Covid-19, mahasiswa, pelajar, perantau seperti tukang ojol juga perlu diperhatikan,” lanjutnya.
“Jangan sampai ada warga kita yang betul-betul kena dampak Covid-19, tetapi pemerintah tidak hadir,” sambungnya kemudian.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar Nunung Dasniar mengusulkan pemerintah kota untuk bekerja sama dengan perusahaan yang telah telah merumahkan karyawannya. Hal itu, kata dia, untuk mengefisienkan bantuan sembako secara tepat dan cepat.
“Dengan mengumpulkan data pegawainya,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
