Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Mempercepat Kematian Anda

Kebiasaan yang dianggap sepele ternyata bisa mempercepat kematian. (Foto: tempo)

Terkini.id – Kematian memang merupakan rahasia Tuhan, dan manusia tak bisa menebak apakah dia akan berumur panjang atau pendek. Namun usia panjang dan risiko kematian juga dipengaruhi oleh kesehatan dan gaya hidup.

Orang dengan gaya hidup sembarangan dan tak memperhatikan kesehatan tubuhnya tentu berisiko lebih tinggi terkena penyakit dan memiliki usia yang pendek. Bahkan beberapa kebiasan yang kerap dianggap sepele pun bisa mempercepat kematian.

Kebiasaan apa saja itu? Dilansir dari berbagai sumber, simak deretannya berikut ini.

1. Ngemil tengah malam

Kematian
Ngemil tengah malam. (Foto: kumparan)

Menurut penelitian dari National Autonomous University, Meksiko, baik camilan manis atau asin yang dikonsumsi tengah malam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau diabetes.

“Kebiasaan ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Ini karena jika ngemil pada waktu tersebut, kadar trigliserida tak hanya meningkat setelah makan larut, tapi juga bisa permanen,” kata Ruud Buijs, PhD, penulis studi tersebut kepada Reader’s Digest.

Trigliserida adalah lemak darah berbahaya yang terakumulasi di jaringan lemak (sebagian besar di sekitar perut) dan sulit untuk dihilangkan.

Dikatakan lagi oleh Ruud, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah makan sesedikit saat malam hari, dan berikan jeda 11-12 jam antara makan malam hingga waktunya sarapan.

2. Nonton film secara maraton

Kematian
Nonton film. (Foto: merdeka)

Banyak sekali serial televisi dengan berbagai cerita menarik, yang rasanya sayang hanya ditonton 1-2 episode dalam sekali duduk. Kebiasaan nonton maraton atau binge-watching (yang kebanyakan kasus mengharuskan Anda untuk begadang) ini sayangnya dapat berdampak buruk pada tubuh.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di “Journal of Clinical Sleep Medicine”, dewasa muda yang sering binge-watching melaporkan kelelahan dan gejala lainnya seperti insomnia, kualitas tidur yang buruk, dan kewaspadaan berlebihan sebelum tidur.

Bahkan, mereka yang sering menonton berjam-jam cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk hingga 98 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.

Menurut Ilene M. Rosen, MD, MSCE, presiden American Academy of Sleep Medicine dan profesor di Perelman School of Medicine di Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), mengatakan, kurang tidur satu malam saja bisa membuat seseorang berisiko terlibat kecelakan saat berkendara atau ketika sedang bekerja, yang tak menutup kemungkinan bisa berakibat fatal.

3. Jarang ngumpul dengan teman

Kematian
Ngumpul dengan teman. (Foto: futuready)

Apakah Anda seorang introvert atau pemalu? Jika iya, bukan berarti Anda harus menghindari kebiasaan ngumpul dengan orang-orang terdekat Anda.

Setidaknya tentu Anda memiliki satu atau dua orang teman dekat yang bisa diajak bercengkrama atau berbagi pikiran dan perasaan. Pasalnya, bersosialisasi dengan orang lain tak hanya baik untuk kehidupan sosial tetapi juga untuk kesehatan fisik.

Para ahli mengungkap bahwa kurang bersosialisasi dan bahkan cenderung lebih sering mengasingkan diri memiliki dampak yang sama berbahayanya dengan kebiasaan merokok atau minum alkohol terhadap kesehatan.

Peneliti menemukan bahwa kontak interpersonal, komunikasi, dan sosialisasi juga penting untuk kesehatan. Sebuah penelitian pada tahun 2013 terhadap 148 penelitian lain menemukan bahwa partisipan yang memiliki hubungan sosial kuat memiliki usia lebih panjang.

4. Kebiasaan menggigit kuku

Kematian
Menggigit kuku jari. (Foto: idntimes)

Untuk yang hobi menggigiti kuku, waspadalah karena ini bisa menjadi media perpindahan bakteri. Misalnya bakteri mulut seperti Eikenella corrodens, atau bakteri kulit seperti Streptococcus atau Staphylococcus.

Dikatakan oleh Adam Friedman, MD, rekan profesor dermatologi di George Washington School of Medicine and Hospital, AS, bakteri-bakteri tersebut dapat berkembang biak, lalu menyebabkan paronikia (infeksi kulit di sekitar kuku tangan dan kaki), hingga bisa masuk lebih dalam mengenai struktur kuku.

Tak hanya itu, ada pula kemungkinan bakteri bisa masuk ke pembuluh darah dan dapat menyebabkan sepsis, yaitu infeksi darah yang mengancam nyawa.

5. Jarang tertawa

Kematian
Tertawa. (Foto: republika)

Jangan kaget. Faktanya, selera humor juga mempengaruhi kesehatan dan risiko kematian Anda. Tak heran jika terdapat pepatah yang mengungkap bahwa tawa adalah obat terbaik, tak hanya untuk tubuh tapi juga pikiran.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cardiology mengungkap bahwa tertawa bisa melindungi orang dari penyakit jantung.

Tawa bisa menurunkan stres, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian yang menarik juga mengungkap bahwa tawa juga bisa meredakan stres.

Bahkan jika tawa tersebut ‘dipaksa’, tetap akan bisa membuat orang merasa lebih baik. Baru-baru ini penelitian juga mengungkap bahwa tawa bisa mencegah kepikunan pada manula.

Berita Terkait