Dibanding novel fiksi bacaan Prabowo, film dokumenter ini lebih penting

Film tentang hutan

Terkini.id, Makassar – Dua tokoh oposisi, yakni Prabowo dan Amien Rais, membuat heboh Indonesia karena pernyataannya beberapa waktu lalu.

Tokoh yang pertama, berdasarkan novel fiksi Ghost Fleet, menyebut Indonesia akan bubar pada tahun tahun 2030. Sedangkan tokoh kedua, menyebut program bagi-bagi sertifikat Presiden Jokowi itu ngibul.

Prabowo menjadi sorotan karena mengutip isi novel fiksi Ghost Fleet yang berisi cerita-cerita tentang perang yang terjadi di masa depan.

Dalam novel tersebut memang seolah menggambarkan prediksi penulisnya, yakni Peter Warren Singer dan August Cole tentang masa depan, yang saat itu disebutkan Indonesia tidak ada lagi.

Novel bacaan Prabowo

Kepada wartawan, Prabowo menyebutkan, Ghost Fleet memang novel, namun ditulis dua ahli strategi dari Amerika, yang menggambarkan sebuah skenario perang antara China dan Amerika tahun 2030.

“Hal yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” kata Prabowo, saat memberi kuliah di Kampus Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu.

Hanya saja, novel fiksi yang diterbitkan pada 2015 silam itu, ditulis oleh Paul Warreng Singer, seorang filsuf menganggap bahwa hewan memiliki status moral yang sama dengan manusia. Dalam salah satu bukunya, Animal Liberation, dia berpendapat bahwa binatang punya hak karena pertimbangan moral yang relevan bukanlah apakah mereka (hewan) tersebut bisa berpikir atau berbicara melainkan apakah bisa menderita.

Amien Rais soal lahan

Amien Rais mengomentari program Jokowi yang membagi-bagikan sertifikat lahan sebagai pengibulan, dan menyebut ada sekitar 74 persen lahan lahan di Indonesia dikuasai asing. Amien tidak menyebutkan data yang detil.

Akan tetapi, masalah lahan tetap menarik di Indonesia. Berbeda dengan Amien, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyatakan 82 persen lahan di Indonesia dikuasai oleh korporasi besar. Penguasaan oleh korporasi sebesar 82 persen, antara lain berupa konsesi, dan izin pengelolaan di sektor kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan.

Nah, dibanding novel fiksi Prabowo, dan tudingan Amien Rais, film dokumenter tentang lahan yang dibintangi Harrison Ford, Years of Living Dangerously, diluncurkan pada 2014 silam.

Salah satu seri dalam film ini menceritakan Harrison Ford yang marah kepada Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan, atas hilangnya berhektare-hektare lahan hutan di Kalimantan karena pemerintah banyak menerbitkan surat izin ke korporasi.

Terlihat jelas Zulkifli Hasan yang juga merupakan besan Amien Rais kesulitan menjawab pertanyaan aktor Indiana Jones tersebut. Untuk diketahui, Zulkifli Hasan disebut Greenomics sebagai menteri kehutanan yang paling banyak memberi izin perkebunan.

Tercatat pada periode 2004-2017 silam, kawasan hutan yang dilepas untuk izin perkebunan mencapai hingga 2,4 juta hektare, atau 36 kali lebih luas dari DKI Jakarta. Kebanyakan untuk perkebunan kelapa sawit.

Berikut cuplikan film Years of Living Dangerously:

Jejak digital memang kejam and "It's not funny. It's not funny…" kata Indiana Jones kepada eks-Menhut. #MelawanLupa

Dikirim oleh Jack Sitorus pada 22 Maret 2018

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Pilpres

Tugas TKD Jokowi-Ma’ruf Sulsel Resmi Berakhir

Terkini.id -- Tugas Tim Koalisi Daerah (TKD) Jokowi-Ma'Provinsi Sulawesi Selatan resmi berakhir, sejak, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) ditetapkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden