Didemo karena Diduga Salah Gunakan Wewenang, Ini Kata Kepala Kemenag Jeneponto

Belasan aktivis yang tergabung dalam Aliansi peduli kemenag Jeneponto menggelar unjuk rasa di kantor Kementerian Agama Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Belasan aktivis yang tergabung dalam Aliansi peduli Kementerian Agama (Kemenag) Jeneponto menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kemenag Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Senin, 20 Januari 2020.

Aksi unjuk rasa yang dikawal ketat pihak kepolisian itu berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita hingga pukul 12.25 Wita.

Belasan pengunjuk rasa dengan dikoordinatori oleh Ibnu menduga adanya penyelewengan wewenang oleh Kepala Kemenag Jeneponto, H Saharuddin.

Dalam orasinya, Ibnu menyampaikan tiga dugaan yang terjadi dalam lingkup Kemenag Jeneponto yang dipimpin oleh Saharuddin.

“Kami duga kuat, Saharuddin telah menyalahgunakan wewenangnya,  karena selama menjabat Kepala kantor Kemenag Jeneponto diduga terjadi praktik kolusi, nepotisme dan pungutan liar,” kata Ibnu.

Menarik untuk Anda:

Pengunjuk rasa juga mendesak Kepala Kemenag Jeneponto untuk mundur dari jabatannya.

“Kepala Kemenag Jeneponto, Saharuddin tidak memiliki kemampunan dalam memimpin Kementerian Agama Jeneponto, untuk itu kami desak Kepala Kemenag mundur dari jabatannya,” tegas Ibnu.

Dia juga menduga Saharuddin diintervensi oleh oknum dalam menjalankan tupoksinya sebagai kepala kantor  Kemenag.

“Kepala Kemenag Jeneponto tidak mampu menjalankan tupoksinya selaku kepala Kemenag dan kami duga adanya oknum yang mengambil mengintervensi wewenang sebagai kepala Kemenag,” pungkasnya.

Begitupun yang diutarakan oleh Adri, salah seorang orator pengunjuk rasa yang dengan tegas mengatakan kepala kemenag Kabupaten Jeneponto harus melakukan reformasi birokrasi struktural.

“Kami menuntut adanya reformasi birokrasi struktural, angkatlah figur-figur yang berkompeten, berprestasi, berkapasitas dan panutan dalam mengisi jabatan strategis dalam lingkup Kemenag Jeneponto,” tegas Adri.

Sementara itu, Kepala Kemenag Jeneponto, H Saharuddin yang ditemui awak media di ruangannya membantah adanya praktik kolusi, pungli dan nepotisme dalam lingkup kantor Kemenag Jeneponto.

“Segala sesuatu yang saya lakukan, saya anggap sudah sesuai prosedur, dan tidak ada oknum yang mengintervensi saya selaku kepala Kemenag, tidak ada pungli yang pernah kita lakukan,” kata H Saharuddin.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

World Cleanup Day, Pemkab Jeneponto Dilaksanakan di Tujuh Kecamatan

Wakil Bupati Sebut Akuntabilitas Pemkab Jeneponto Berada Pada 50,26 Persen

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar