Diduga Diperkosa Pacar, Siswi SMK Ini Meninggal Dunia

Siswi SMK
Ilustrasi Siswi SMK. (foto/vianeso.com)

Terkini,id – Seorang siswi SMK di Bogor berinisial FN (16) menjadi korban pemerkosaan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Bogor, AKBP Andy M Dicky.

Andy M Dicky menjelaskan, kasus perkosaan yang menimpa pelajar SMK tersebut diduga dilakukan oleh pelaku berinisial ISH alias IB (16), yang merupakan kekasih korban.

“Pelaku dan korban ini sangat dekat, sehingga beberapa kali pelaku meminta untuk berhubungan intim dengan korban,” kata Dicky, dikutip dari tabloid bintang, Sabtu, 14 Juli 2018.

Awalnya, terang Dicky, ISH dan FN berkenalan di media sosial Facebook dan telah menjalin hubungan selama beberapa bulan. Saat merasa memiliki kesempatan, pelaku akhirnya melakukan aksinya dibantu dengan teman-temannya.

“Indikasi pesta miras (sebelum kejadian) dari keterangan belum ada. Tapi intinya ini akibat pergaulan bebas yang buruk dan terpengaruh pornografi yang dialami pelaku,” kata Dicky.

Baca juga:

Dicky membeberkan, para pelaku hanya melakukan aksi pemerkosaan tanpa direkam maupun diabadikan melalui kamera ponsel.

“Pelaku hanya memerkosa dan tidak mengabadikan maupun merekam aksinya,” beber Dicky.

Korban mengalami depresi berat hingga meninggal dunia

Setelah peristiwa perkosaan yang dialami pada 3 Juli 2018, FN mengalami depresi berat dan meninggal dunia di rumahnya, di Gunung Putri, Bogor.

Orang tua korban, Eko Cecep mengatakan, anaknya mengalami depresi kurang lebih seminggu. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Selama depresi itu saya merasa curiga, kok tiba tiba anak saya begini,” kata Eko, dikutip dari tempo.

Kecurigaan Eko bahwa sesuatu telah terjadi pada anaknya bertambah kuat saat melihat adanya darah dari alat kemaluan putrinya, padahal saat itu putrinya sedang tidak menstruasi.

“Saya selidiki dari teman-temannya, dan benar saja anak saya telah diperkosa,” lanjut Eko.

Eko menginginkan kasus perkosaan terhadap anaknya terungkap. Eko juga telah menyerahkan jasad anaknya ke pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi.

Komentar

Rekomendasi

Prof Yusran Jusuf Mendoakan Andi Muallim Sebelum Dimakamkan

Pembangunan Gedung dan Dermaga Politani Pangkep Mangkrak, Ini Tanggapan Alumni

New Normal di Moda Transportasi: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Angkat Telepon

Cerita Warga Saat Helikopter TNI Jatuh: Dengar Suara Minta Tolong, Lalu Terjadi Ledakan

Dirut Bank Sulselbar Berduka, Mantan Komisaris Utamanya Andi Muallim Wafat

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar