Diduga Korupsi, Aktivis Pemerhati Demokrasi Minta Polisi dan Kejaksaan Tangani Caleg Pensiunan Pejabat

ilustrasi

Terkini.id, Makassar – Adanya laporan dari warga terkait keberadaan pensiunan pejabat yang diduga melakukan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pencalegan baru-baru ini mendapat perhatian serius para aktifis Pemerhati Demokrasi Indonesia.

Seperti yang diungkapkan salah seorang aktifis Pemerhati Demokrasi, M Jafar. Menurutnya saat ini dia telah mengantongi daftar caleg di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

“Ada beberapa data yang kami terima berkat informasi dari warga dan jaringan kita yang ada di daerah. Hasilnya saat ini ada dua daerah yang menurut kami positif ada caleg eks pejabatnya melakukan tindak pidana korupsi. Ini yang harus segera ditangani pihak berwajib, “ungkap Jafar.

Dua daerah yang dimaksud lanjut Jafar adalah Kabupaten Barru dan Kota Parepare.

“Daerah lain juga ada yang berpotensi, cuma dua daerah ini sudah lengkap datanya. Kami harap pihak Kepolisian dan Kejaksaan tidak tinggal diam dan melakukan pembiaran,” lanjut Jafar.

Menurut Jafar, dari data yang ia peroleh para eks pejabat di dua daerah ini saat mendaftar jadi caleg masih aktif dalam jabatannya sebagai pejabat.

“Yang bersangkutan tidak mundur. Terbukti yang bersangkutan meski sudah terdaftar jadi caleg masih aktif menandatangani dokumen yang berkaitan dengan jabatannya dan masih aktif ikut rapat terkait jabatannya. Ini pelanggaran, dan kepolisian dan Kejaksaan tidak boleh membiarkan hal ini. Ini preseden buruk bagi proses demokrasi dan merusak sistem pemerintahan, “jelas Jafar.

Untuk itulah sehingga Jafar berharap pihak kepolisian dan Kejaksaan tidak tinggal diam dalam menyikapi masalah ini.

“Kami sendiri mendukung penuh jika kepolisian dan Kejaksaan berani turun tangan menangani kasus ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan para aktifis anti korupsi semua berharap kepolisian dan Kejaksaan tidak tinggal berpangku tangan,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini