Diduga korupsi, Perdana Menteri Israel terancam lengser dari jabatannya

Diduga korupsi, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu terancam lengser dari jabatannya. (foto/fokusislam.com)

Terkini.id, Tel Aviv – Polisi Israel menemukan bukti kuat dugaan korupsi yang dilakukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kepolisian telah mengumpulkan bukti bahwa Netanyahu menerima suap, melakukan tindakan korupsi, dan menyalahgunakan wewenang dalam lingkup penyelidikan yang dikenal sebagai File 1000.

Laman Anadolu Agency melaporkan, kepolisian merekomendasikan kepada jaksa untuk mempersiapkan dakwaan terhadap PM Israel tersebut.

Polisi telah merampungkan dua penyelidikan korupsi terhadap Netanyahu. Penyelidikan tersebut dilaporkan berhubungan dengan pengusaha Arnon Milchan dan pengusaha lain asal Australia, James Packer.

PM Israel, Benyamin Netanyahu. (foto/moneter.co.id)

Selain File 1000, bukti yang cukup terkait dugaan korupsi Netanyahu juga telah ditemukan dalam penyelidikan korupsi lain bernama File 2000.

Menarik untuk Anda:

Dalam berkas tersebut, Netanyahu dan Arnon Moses, pemilik dan penerbit Yedioth Ahronoth, salah satu surat kabar terbesar Israel, dikabarkan bertindak koruptif.

Pernyataan tersebut ditanggapi Netanyahu dengan menyatakan bahwa tudingan-tudingan yang dilayangkan kepadanya tidak berdasar dan akan berakhir nihil.

“Apa pun yang saya lakukan hingga saat ini adalah untuk kepentingan Israel, setelah ini juga saya akan tetap melakukannya. Saya akan terus memimpin Israel,” kata Netanyahu.

Ia juga mempertanyakan netralitas pihak keamanan yang melakukan penyelidikan atas dirinya.

Polisi Israel menemukan bukti kuat dugaan kasus korupsi Benyamin Netanyahu. (foto/islampos.com)

Penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung terhadap Netanyahu termasuk dugaan menerima hadiah mahal dari para pengusaha, melakukan tawar-menawar dengan pemilik sekaligus penerbit Yediot Ahronoth, Arnon Moses untuk menyiarkan kepentingannya, serta keterlibatan kasus korupsi pembelian kapal selam dari Jerman.

Benyamin Netanyahu dikabarkan harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri jika terbukti korupsi.

Menanggapi, dugaan korupsi sekutunya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Heather menyatakan bahwa tudingan korupsi yang sedang menimpa Perdana Menteri Israel merupakan masalah dalam negeri.

“AS memiliki hubungan yang kuat bukan hanya dengan Netanyahu, namun juga dengan pemerintah Israel. Kami tahu perkembangannya, namun kami pikir ini adalah masalah dalam negeri,” kata Nauert.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Heboh Foto-foto Model Seksi di Situs Bersejarah Madinah, Diizinkan Pemerintah Saudi

Kabur dari China, Ahli Virus Ungkap Konspirasi WHO-Tiongkok soal Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar