Diduga Sindir Rizieq Shihab, Abu Janda: Polisi Tahu Mana Habib yang Asli

Abu Janda
Abu Janda. (Instagram @Permadiaktivis2)

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Abu Janda membandingkan kasus penghinaan yang dialami oleh dua habib, yakni Habib Luthfi bin Yahya dan habib yang diduga adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Lewat unggahannya di Instagram Permadiaktivis2, Jumat 4 Desember 2020, Abu Janda mengatakan bahwa hukuman pelaku penghina Habib Luthfi Yahya yakni Ustadz Maaher berbeda dengan penghina habib yang diduga adalah Rizieq Shihab.

Menurutnya, penghina Habib Luthfi yakni Ustadz Maaher, ditangkap oleh aparat kepolisian karena telah menghina ulama Nadhlatul Ulama (NU).

Sementara penghina habib lainnya diduga Rizieq Shihab tersebut, kata Abu Janda, disebutnya tak ditangkap polisi.

“Maaher itu ditangkap karena menghina Habib Luthfi (Habibnya NU),” tulis Abu Janda.

Menarik untuk Anda:

“Ada yang tanya kenapa yang hina Habib sebelah sono ngga ditangkap?” tanyanya.

Ia pun menjawab bahwa hal itu lantaran polisi tahu mana habib yang asli dan mana yang palsu.

“KARENA Polisi tau yang mana Habib ASLI yang mana Habib PALSU bossssss,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata terkait kasus ujaran kebencian di media sosial Twitter.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan terkait penangkapan tersebut. Ia mengatakan, Ustadz Maaher ditangkap di kediamannya di Bogor, Jawa Barat pada Kamis dini hari 3 Desember 2020.

“Memang benar tadi pagi jam 4 subuh tim Bareskrim Polri terutama cyber telah melakukan penangkapan di daerah Bogor,” ujar Argo kepada wartawan.

Diketahui, Ustadz Maaher dilaporkan oleh Husin Shahab ke polisi atas dugaan penghinaan terhadap ulama kharismatik NU, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Abu Janda: Mereka Ingin Aku Ditangkap Karena Lantang Lawan Radikalisme

Sebut Kiamat Sudah Dekat, Ketua MUI: Banyak Anak Menggugat Bahkan Memperbudak Orangtua

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar