Diduga Terima Suap Rp 26,5 Miliar, Harta Imam Nahrawi Rp 22,6 Miliar

Imam Nahrawi
Menpora Imam Nahrawi. (Foto: Radarnonstop)

Terkini.id, Jakarta – Menpora Imam Nahrawi (tengah) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap dana hibah KONI.

Imam Nahrawi diduga terlibat dan menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar.

Diketahui, harta kekayaan Imam Nahrawi lebih kecil dari uang suap yang diduga dia terima.

Tercatat, harta kekayaannya mencapai Rp 22.640.556.093.

Dikutip dari situs e-LHKPN, Imam terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2018 atas statusnya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca juga:

Dalam laporan itu, Imam tercatat mempunyai 12 bidang tanah di sejumlah kota seperti Jakarta, Malang, Sidoarjo, dan Bangkalan dengan nilai total sebesar Rp 14.099.635.000.

Selain itu, Imam juga tercatat punya empat unit mobil senilai total Rp 1.700.000.000 dan harta bergerak lain senilai Rp 4.634.500.000.

LHKPN Imam juga menunjukkan bahwa Imam memiliki surat berharga senilai Rp 463.765.853 serta kas senilai Rp 1.742.655.240.

Kekayaan senilai sekira Rp 22,6 miliar yang dimiliki Imam rupanya masih lebih kecil dibanding nilai suap yang diduga diterima Imam yakni Rp 26.500.000.000.

“Total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Rabu 18 September 2019.

Diberitakan, Imam dan asistennya, Miftahul Ulum, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proposal dana hibah Kemenpora kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018.

Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Komentar

Rekomendasi

Hati-hati Parkir Kendaraan di Balai Kota Makassar, Sudah Ada Sanksinya

Andi Herry Iskandar Yakin Prof Yusran Bisa Lakukan Percepatan di Kota Makassar

Protokol New Normal Resmi Diterbitkan: Jarak Antar-karyawan Minimal 1 Meter

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Warganya karena Larang Salat Id Berjemaah

Kurva COVID-19 di Wilayah ini Landai, Berikut Kuncinya

Danny Pomanto: Kita Boleh Terlambat, Tapi Tidak Boleh Tertinggal Tangani Corona

Viral Pria Tua Diduga Gangguan Jiwa Dianiaya Dua Oknum Polisi

Hendak Antar Obat, Dua Petugas Medis Covid-19 di Papua Ditembak KKB

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar