Diduga tipu ratusan jamaah, pemilik travel ini diamankan Polisi

PT Shafamarwah Mulia Utama disegel calon jamaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Terkini.id, Barru – Perusahaan bernama PT Shafamarwah Mulia Utama, yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan pemberangkatan umrah di Kabupaten Barru ini, harus berakhir di kantor Polisi. Salah satu warga yang mengaku hendak diberangkatkan melaporkan adanya indikasi kecurangan yang terjadi dalam perusahaan jasa tersebut.

Akibat dari kejadian ini, terpaksa dilakukan penyegelan oleh aparat kepolisian resort Kabupaten Barru. Selain menyegel kantor travel ini, Polisi juga berhasil mengamankan Direktur Utama Perusahaan, dr Lukman Jamaluddin di Pekkae, Senin 12 Maret 2018 kemarin.

Hingga pada hari ini Selasa 13 Maret 201, belasan jemaah telah melaporkan pelaku tersebut ke Mapolres Barru karena dirugikan dengan perusahaan itu.

Hal itu disampaikan, Kapolres Barru, AKBP Burhaman, yang disampaikan melalui Kepala Satuan Reserse dan kriminal Polres Barru, AKP Sultan Ikbal, saat ditemui di Mapolres.

“Jadi mereka melihat adanya penyegelan yang dilakulan aparat kepolisian terhadap kantor perusahaan tersebut maka kemudian mereka panik dan mendatangi mapolres Barru untuk melaporkan kerugian mereka dari perusahan itu,”katanya.

Baca :Dari Kampung Laut ke Sekolah Dokter

Sultan, menjelaskan, sesuai dengan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan aparat kepolisian resort Barru, milik travel ini sendiri sudah tiga kali pemberangkatan mengalami kerugian sehingga kemudian pihak travel terus berusaha menutupi kerugian tersebut.

“Jadi pihak travel ini mengaku telah mengalami kerugian sebanyak tiga kali dan kerugian ini terus ditutupi secara bertahap namun sekarang ini mereka tidak bisa lagi menutupi sehingga terus menjanji para pesertanya untuk kemudian diberangkatkan umrah, tapi kenyataannya mereka belum juga di berangkatkan sehingga masyarakat yang mengaku dirugikan langsung melaporka kejadian tersebut,”pungkasnya.

Diapun menjelaskan, kalau sesuai dengan pengakuan dari pihak travel kejadian ini bukanlah sebuah langkah untuk melakukan penipuan terhadap para warga yang telah mendaftarkan diri untuk menggunakan jasa travel itu berangkat umrah, tapi karena murni keteledoran perusahaan itu dalam melakukan manajemen keuangan.

“Kejadian ini murni bukanlah sebuah tindakan penipuan tapi itu karena keteledoran pihak manajemen perusahaan dalam melakukan manajemen keuangan, sehingga berdampak pada kerugian perusahaan,”terang Perwira balok tiga ini.

Baca :Collaborative Destination Development upaya AP I majukan pariwisata Sulsel

Diapun menjelaskan, kalau pihak travel sendiri sudah berkomunikasi dengan salah satu travel untuk memberangkatkan jamaahnya, namun sampai saat ini kesepakatan kedua travel tersebut belum berjalan dan mereka belum ada titik kesepakatan.

“Jadi mereka mencoba untuk bersepakat dengan salah satu travel yang juga memberangkatkan jamaah umrah, namun sampai saat ini belum ada solusi yang disepakati keduanya sehingga kesepakatan itu belum berjalan,”jelasnya.

Menurutnya sampai saat ini pihak Kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. “kami masih terus selidiki nanti kita lihat kelanjutannya,”ungkap Sultan.

PenulisAna Ridwan