Dihadiri Anggota DPRD Sulsel, PGMI Soppeng Gelar Rakor dan Temu Konstituen

PGMI Soppeng
Dihadiri Anggota DPRD Sulsel, PGMI Soppeng Gelar Rakor dan Temu Konstituen

Terkini.id, Soppeng – Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Soppeng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan temu konstituen, konsultasi dan dialog untuk menjalin aspirasi masyarakat Reses Masa Sidang I Tahun 2019-2020, berlangsung di Hotel Surya, Jalan Wijaya Botto, Kabupaten Soppeng, Rabu, 6 November 2019.

Kegiatan ini mengusung tema “Mendengar & memperjuangkan Aspirasi Masyarakat” yang menghadirkan A Nurhidayati Zainuddin, S,Sos, SE, M,Si yang kerap disapa Pung Netti selaku Anggota DPRD Sulsel dari fraksi PPP.

Partisipan kegiatan ini hadir dari berbagai kalangan guru jenjang pendidikan madrasah dan pondok pesantren.

Drs Armas M,Pd selaku Ketua Umum PGMI memaparkan beberapa program kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya dan PGMI diklaim sebagai satu-satunya organisasi tingkat provinsi yang dinaungi oleh Kementerian Agama.

“Kegiatan ini merupakan silaturahim dengan Anggota DPRD sebagai sarana untuk masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” kata Armas.

Menarik untuk Anda:

Sementara itu, Pung Netti yang didampingi oleh staff ahlinya memberikan kesempatan untuk berdialog dengan peserta.

Dialog tersebut diramaikan dengan banyaknya keluhan maupun pertanyaan yang disampaikan oleh peserta perihal status tenaga kependidikan yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

“Dengan 894 jumlah guru madrasah yang tercatat di bulan Oktober 2019, namun 80℅ diantaranya honorer, yang sebagian dari mereka telah mengabdi berpuluh tahun tetapi belum juga berstatus CPNS,” keluh Sunardin Mustafa, salah satu guru Madrasah.

Persiapan Ujian Nasional (UN) dan bantuan untuk sekolah juga menjadi perhatian bagi kalangan guru.

Pung Netti memberikan petunjuk dan langkah -langkah yang dapat ditempuh bagi pihak madrasah dan masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Mengingat hubungan dengan Kementerian Agama bersifat vertikal jadi sangat memungkinkan untuk berkoordinasi melalui jalur partai politik dan pentingnya penerbitan Perda terkait madrasah dan pondok pesantren,” ujar Pung Netti.

“Anggaran untuk pengadaan komputer dalam menghadapi UN di tahun ini sebanyak 30 Miliar,” sambungnya.

Bahkan, ia membagikan kertas bagi peserta yang belum terwadahi pada kegiatan dialog tersebut agar dapat menampung segala aspirasi peserta forum yang hadir.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyampaian program PGMI di masa mendatang oleh ketua umum dan diakhiri dengan foto bersama.

Citizen Reporter: Andi Maulidiana

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

KPU Soppeng Usulkan Anggaran Rapid Tes untuk Lima Ribu Penyelanggara

Ditemukan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Kades Bulue Soppeng

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar