Dihadiri Delegasi dari 11 Kampus di Indonesia, ESC UINAM Gelar Kompetisi NECC

ESC UINAM
Dihadiri Delegasi dari 11 Kampus di Indonesia, ESC UINAM Gelar Kompetisi NECC

Terkini.id, Makassar – Dalam sesi pembukaan National Economic Creatif Competition (NECC) yang digelar oleh Economic Study Club (ESC), di gedung rektorat UINAM lantai satu.

Mengusung tema “merumuskan strategi dalam mengatasi defisit transaksi berjalan di Indonesia”, kegiatan ini digelar dengan rangkaian acara debat dan essay nasional yang dihadiri oleh 11 delegasi dari berbagai kampus diantaranya UINAM, UGM, Telkom, UIN Syarif Hidyatullah, UMI, dan Unhas.

Ketua jurusan Dr. Hasbiullah SE, MSi juga turut hadir dalam acara pembukaan tersebut sekaligus dipercayakan untuk membuka acara dengan resmi.

Dalam sambutannya, ia selaku ketua jurusan sangat mengapresiasi dan mensupport kegiatan tersebut, bahkan pihaknya menjanjikan kepada panitia, jikalau ESC menggelar NECC lagi di tahun depan ia akan memfasilitasi rangkaian seminar nasional ataupun internasional.

“Saya akan memberikan fasilitas seminar nasional atau internasional kepada panitia jika tahun depan ESC kembali menggelar NECC,” ujarnya, Senin, 11 November 2019.

Untuk tahun ini, kata dia, pihak jurusan belum bisa secara total berperan aktif dalam mengawal kegiatan ini. Alasannya, karena baru-baru ini dilakukan pergantian ketua jurusan dan juga dana untuk jurusan ilmu ekonomi sudah habis.

Sementara itu, Ketua Umum ESC berharap jika ada kegiatan kemahasiswaan baik itu intra maupun ekstra, pihak kampus harus mengsupport bukan hanya lewat apresiasi dalam bentuk kalimat.

“Tapi setidaknya ada apresiasi dalam bentuk materi, karena kendala kebanyakan organisasi kemahasiswaan selama ini ketika ingin berkegiatan terutama organisasi yang berstatus ekstra kampus adalah pendanaan, karena masih banyak kita temui mahasiswa turun ke jalan (lampu merah) menjual makanan dan minuman sampai larut malam hanya untuk mendanai keperluan-keperluan selama kegiatan,” ujarnya.

“Sekali-kali pihak kampus lirik organisasi yang berstatus estra, jangan karena statusnya estra malah di ‘anak tirikan’ apalagi dikerdilkan, baik intra maupun estra semua punya hak untuk sama-sama maju dan berkembang,” tegasnya.

Berita Terkait