Dikritik karena Sering ke Luar Negeri, Prabowo Dibela dan Dipuji Jokowi

Jakarta – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dikritik berbagai pihak lantaran sering keluar negeri. Salah satu pihak yang sering mengkritik Prabowo adalah partai PKS.

Mengetahui itu, Jokowi pun membela Prabowo. Bukan cuma itu, Prabowo juga dipuji-puji oleh Presiden Jokowi. Jokowi menyebut, kunjungan Prabowo ke berbagai negara bukan cuma diplomasi. Tapi juga dalam rangka melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli oleh Indonesia.

“Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Soal Denwalsus Prabowo, Eko Kuntadhi: Sama Kayak Dayang-Dayang Gitu Deh

“Dan itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali. Banyak yang enggak tahu,” kata dia. Jokowi justru balik mengkritik pihak-pihak yang mengkritik Prabowo, yang merupakan rivalnya pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 itu.

“Kalau ada yang bertanya belum ngerti urusan diplomasi pertahanan,” kata Jokowi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada tujuh negara yang dikunjungi Prabowo.

Baca Juga: Nyinyir Soal Prabowo, Eko Kuntadhi Langsung Disentil Admin Twitter Gerindra

Sebelumnya, Jokowi memuji Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Prabowo dipuji atas ketelitiannya dalam urusan anggaran Kementerian Pertahanan.

Pujian itu dilontarkan Jokowi saat menghadiri rapat pimpinan Kementerian Pertahanan-TNI-Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Jokowi mulanya berbicara soal Kemhan yang selalu mendapatkan anggaran paling besar di antara kementerian lainnya.

Baca Juga: Disaksikan Prabowo, Tulisan Allahu Akbar Muncul di Pesawat Tempur KFX

Jokowi pun meminta Prabowo untuk berhati-hati dalam mengelola anggaran tersebut. Apalagi, tahun ini, Rp 127 triliun digelontorkan untuk Kemhan.

“Perlu saya informasikan kementerian pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang. Tahun 2020 sekitar Rp 127 Triliun. Hati-hati penggunaan ini,” kata Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi tak khawatir. Dia meyakini Prabowo selalu detail dalam urusan anggaran dan sudah mengetahui keperluan belanja pertahanan sebesar Rp 127 triliun itu. Bahkan, kata dia, Prabowo sudah hafal di luar kepala.

“Tapi yakin Pak Menhan ini kalau urusan anggaran detail, berkali-kali dengan saya hampir hafal di luar kepala. Ini Pak, di sini Pak, sudah juga saya merasa aman untuk urusan Rp 127 T ini,” ujarnya.

Dia hanya berpesan agar Prabowo memanfaatkan dana APBN itu dengan efisien. Uang yang dikeluarkan juga harus tepat sasaran untuk mendukung industri pertahanan dalam negeri.

“Harus efisien, bersih, tak boleh ada markup-markup lagi, dan yang paling penting mendukung industri dalam negeri kita,” kata Jokowi.

“Oleh sebab itu, pemanfaatan APBN harus betul-betul efisien. Dimulai dari perencanaan dan kemudian di dalam pelaksanaan anggaran,” imbuh dia.

Sponsored by adnow
Bagikan