Dinas Kesehatan dan Kedokteran Unhas Gelar Lokakarya Komunikasi Risiko Kampanye MR

Sosialisasi Imunisasi Campak dan Rubella yang digelar UNICEF dan Fakultas Kedokteran Unhas serta Dinkes Sulsel.

Terkini.id, Makassar – Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan Keluarga (IKM-IKK) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menggelar Lokakarya Komunikasi Risiko untuk Kampanye Measles Rubella (MR), di hotel Same, Makassar, Jumat-Sabtu (20-21/7/2018).

Lokakarya digelar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan Keluarga (IKM-IKK) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Lokakarya juga ikut didukung Unicef dan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan ini diikuti 48 peserta, yang terdiri dari para penanggung jawab imunisasi dan promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Sulsel.

Kegiatan ini dibuka Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Dr dr Bachtiar Baso M Kes, dan menghadirkan para pemateri dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, UNICEF, dan IDAI (Ikatan Dokter Ahli Anak Indonesia) sekaligus sebagai bagian dari Komda KIPI (Komisi Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi).

Kegiatan yang melibatkan UNICEF selaku organisasi naungan PBB yang mengurusi kesejahteraan dan kesehatan anak dunia, beserta Departemen IKM-IKK FK Unhas dan Dinkes Sulsel ini diadakan jelang pelaksanaan Imunisasi MR atau Campak Rubella pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Baca juga:

Imunisasi MR ata Campak Rubella ini akan dilakukan di Sulsel mulai Agustus hingga September mendatang.

Project Officer Pendampingan Kampanye MR di Sulawesi Selatan Kerjasama UNICEF & Departemen IKM-IKK UNHAS dr. Firdaus Kasim M Sc menyebutkan tujuan lokakarya pra imunisasi guna mengkoordinasikan jalur informasi dan komunikasi yang tepat dalam persiapan kampanye MR Agustus-September nanti di Sulsel.

Sehingga, masyarakat mendapatkan informasi yang tepat mengenai imunisasi dan kemungkinan kejadian ikutan paska imunisasi yang bisa timbul, serta upaya penanggulangannya.

“Penting disampaikan pada masyarakat akan dampak yang bisa timbul akibat anak tidak di-imunisasi Campak Rubella itu jauh lebih besar daripada kejadian ikutan paska imunisasi yang kemungkinan bisa muncul,” ujar dr. Firdaus dalam rilisnya.

Dampak Penyakit Campak Rubella

Dr Firdaus menambahkan, apabila penyakit Campak Rubella terkena pada anak, bisa berkomplikasi menjadi penyakit radang paru (pneumonia), penurunan pendengaran pada anak maupun radang otak.

Sedangkan apabila ibu hamil yang terkena, janin dalam kandungannya juga bisa terserang, yang bisa mengakibatkan bayi yang dilahirkan akan mengalami kebutaan.

“Karena itulah perlu mengkomunikasikan peran aktif masyarakat utk menjamin seluruh anak usia 9 bulan – 15 tahun di sekitarnya dapat diimunisasi pada Agustus-September nanti untuk mencegah dampak buruk penyakit campak rubella,” pungkas dr Firdaus.

Komentar

Rekomendasi

Pasien Positif Covid Hari Ini Bertambah 700 Orang, Totalnya 26.473

Ramai Isu PKI, Mahfud MD: Tak Ada yang Berhak Cabut Tap MPR Soal Partai Komunis

Jusuf Kalla Harap Masyarakat Bisa Terbiasa dengan New Normal

Aman dari Pandemi, 102 Daerah Ini Dibolehkan Berkegiatan di Luar Rumah

Diskusi Pemberhentian Presiden Dapat Teror Pembunuhan, Istana Dukung Panitia Lapor Polisi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar