Dinas Perindustrian Sulsel Tantang Pegiat Startup Bikin Inovasi

Acara ngopi bersama Dinas Perindustrian Sulsel, di Warkop Phoenam Makassar, Sabtu 13 Juli 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Demi mengembangkan industri 4.0 yang dikenal dengan Making Indonesia 4.0, Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan akan mengembangkan industri 4.0 hingga ke tingkat daerah dengan cara mendukung pengembangan pengembangan startup.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengatakan, sistem yang digunakan adalah memperkuat ekosistem kewirausahaan startup dengan mendirikan inkubator bisnis teknologi yang sejak setahun Ialu berjalan dengan nama IBTIE (Inkubator Bisnis Telekomunikasi dan Elektronika).

Pemerintah akan memajukan industri di daerah dengan adanya nilai inovasi yang Iahir dari ide-ide kreatif dari pelaku startup untuk mengatasi persoalan-persoalan industri di daerah.

“Kami juga mendukung program dari pusat berupa strategi menerapkan industri 4.0 dapat dikembangkan di daerah-daerah. Teknologi itu diantaranya artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), big data, robotic, dan 3D Printing. lni semua lah yang akan mempercepat perkembangan industri,” kata Ahmadi Akil dalam acara ngopi bersama Dinas Perindustrian Sulsel, di Warkop Phoenam Makassar, Sabtu 13 Juli 2019.

Akil berharap, dengan munculnya startup daerah yang akan menciptakan aplikasi IT atau teknologi berbasis 4.0, dapat dimanfaatkan sebagai proses produksi dan pengolahan penciptaan model bisnis baru serta inovasi-inovasi lainnya bagi para pelaku industri di daerah.

Inkubator Bisnis IBTIE sendiri merupakan inkubator bisnis yang diinisiasi oleh Kepala Bidang Industri Tekstil, Elektronika dan Telematika Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel.

Kepala Bidang Perindustrian Sulsel, Meyke N mengatakan bahwa inkubator bisnis ini akan memberikan fasilitas sarana dan prasarana, pendampingan serta permodalan. Tahun 2019 ini kita akan membuka batch kedua.

“Kita telah melakukan sosialisasi juga di kabupaten dan kota seperti kabupaten Pangkep, Sengkang, Parepare serta Palopo. Kami yakin di daerah-daerah juga punya banyak potensi pelaku startup yang belum banyak dilirik dan mereka juga paham persoalan di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

IBTIE sendiri merupakan inkubator bisnis teknologi, salah satu inkubator bisnis yanga da di Sulsel di ketua oleh Dr Eng Muhammad Agung, ST, MT (Pakar IT dari Universitas Negeri Makassar), beberapa tenaga ahli Iainnya adalah Dr Indrabayu, ST,MT., M.Bus.Sys (Pakar Artificial lnttelingence Universitas Hasanuddin), Dr A Nur Bau Massepe, SE,MM (Dosen Bisnis Magister Manajemen Unhas). Andi Dedy th, ST (Ketua Asosiasi Industri kreatif Sulsel). Pembentukan dan pengelolaan ini didasarkan SK Sekertaris Daerah No 1391/lV/tahun 2018.

Sementara itu, Ketua IBTIE, Muhammad Agung mengatakan, progam inkubasi bisnis startup Sulsel ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku wirausahawan di seluruh Sulsel. Pendaftaran ini dibuka sampai tanggal Juli 2019, dengan mendaftar secara online bit.ly/ibtie2019.

“Bagi yang lulus akan menjadi tenant binaan IBTIE, startup yang lolos akan mendapatkan pendampingan, coaching bisnis, scale up, riset pasar. Selain itu juga akan mendaptakan permodalan berupa seeds capital dari pemerintah. Setelah itu akan mengikuti program magang dan kegiatan business matching,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Wagub Hadiri Perayaan Akbar Hari Jadi Luwu Ke-752 dan Perlawanan Rakyat Luwu Ke-74

Pengemudi Online Minta Kenaikan Tarif, DPRD Dorong Pemprov Terbitkan Pergub

Amankan Aset Senilai Rp21 Triliun, Ketua KPK Apresiasi Pemprov Sulsel

Top, Kanwil BPN Sulawesi Selatan Sabet Penghargaan Kinerja Terbaik 2019

Tiga Fokus Utama KPK Dalam Upaya Pencegahan Korupsi di Sulsel

Warga Minta Pemprov Sulsel Hentikan Semua Kegiatan di Atas Lahan yang Akan Dihibahkan

Lies F Nurdin Lantik Ketua TP PKK Sri Widiyati Sebagai Bunda Paud Pinrang

Gubernur Sulsel Lepas Bibit Ikan Nila di Danau Tempe

Berkunjung ke Parepare, Ketua TP PKK Sulsel Ajak Pelajar Perangi Sampah Plastik

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar