Direktur Polbangtan Gowa: Masa Pandemi Jadi Momentum Pemanfaatan TI, Seminar dan Ujian Komprehensif Mahasiswa Dilaksanakan Daring

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Syaifuddin mengapresiasi tim dosen dan mahasiswa yang siang tadi melakukan Seminar Hasil Penelitian menggunakan teknologi virtual meeting. (22/06).

Ini waktunya untuk kita semua memanfaatkan teknologi, bahwa momentum pandemic covid-19 ini dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Ini strategi cerdas kami dalam sistem pembelajaran pada masa pandemic, ujar Dr. Syaifuddin.

Terlebih adanya pembatasan interaksi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang telah juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan seluruh aktifitas Pendidikan yang berada dibawah Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) mulai dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian.

Polbangtan Gowa, Salah satu (UPT) Pendidikan dibawah Pusdiktan juga telah melakukan metode pembelajaran dari rumah atau yang dikenal dengan istilah LFH (learning from home).

“Dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, pendidikan tetap bisa berjalan meskipun kita sedang mengalami pandemi COVID-19. Justru ada hikmah yang bisa kita ambil bahwa arah pendidikan memang harus menuju sistem edukasi 4.0,” ungkap Kepala BPPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi.

Menarik untuk Anda:

Kebijakan untuk meniadakan proses pembelajaran secara tatap muka mengacu pada maklumat pemerintah tentang larangan untuk berkumpul dalam jumlah besar dan perlunya penerapan physical distancing untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, proses pembelajaran di Polbangtan tetap harus berjalan dengan tetap memperhatikan ketetapan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19. Polbangtan merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mewujudkan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ucapnya.

Dr. Syaifuddin menambahkan bahwa dengan maraknya info tentang makin bertambahnya yang terpapar virus membuat kami makin waspada. Kami selalu mengingatkan mahasiswa untuk tetap memperhatikan protocol Kesehatan yang berlaku, jangan panik tapi tetap waspada.

Dengan kehidupan yang telah berada pada fase “new normal” kita harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru. Setiap beraktifitas harus diawali dan diakhiri dengan mencuci tangan dan tidak menyentuh bagian wajah.

Sekarang ini seminar pun akan dilakukan dengan perantara teknologi. Kami yakin ini akan berjalan lancar tanpa mengurangi muatan dan kaidah ilmiah yang ada dalam seminar mahasiswa ini, tutup Dr. Syaifuddin.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kepala LLDikti Bilang Kampus UIM Ikon Baru Makassar

Ciptakan Kader Penerus Roda Lembaga, LPM Estetika FBS UNM Diklat Jurnalistik Daring

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar