Disebut di Urutan Kesembilan, Fraksi PAN DPRD Sulsel Protes

Dua pimpinan sementara DPRD Sulsel yakni, Ina Kartika Sari (ketua) dan Syaharuddin Alrif (Wakil Ketua) memimpin rapat paripurna, Kamis 3 Oktober 2019.

Terkini.id — Farksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sulsel mengajukan protes pada rapat paripurna dengan agenda pengumuman komposisi Fraksi, di ruang paripurna DPRD Sulsel, Kamis 3 Oktober 2019.

Protes itu dilakukan Fraksi PAN karena tidak terima kepada Wakil Ketua Sementara DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif saat membacakan komposisi sembilan F.

Sebab Fraksi PAN dibacakan di urutan sembilan. PAN harusnya dibacakan di urutan kedelapan karena meraih 7 kursi, sementara Fraksi PPP di urutan kesembilan dengan 6 kursi.

“Fraksi PAN itu berada di urutan kedelapan, kenapa dibacakan di urutan kesembilan, kami ini partai pemenang kedelapan dan PPP di urutan sembilan,” kata Anggota Fraksi PAN, Irfan AB.

Sementara itu, Wakil Ketua Sementara DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif mengungkapkan, alasan Fraksi PPP disebut di urutan kedelapan karena jumlah anggotanya bertambah dari enam kursi menjadi delapan.

Hal itu karena, ada dua partai bergabung dengan Fraksi PPP yaitu, Ansar Zainal Bate dari Partai Perindo dan Mahyudin dari Hanura.

“Walaupun hasil Pemilu, PPP meraih enam kursi, tapi ada dua partai bergabung dengan PPP jadi delapan kursi. Terlepas dari itu nanti Sekwan yang perbaiki,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Musyawarah Provinsi VII Kadin Sulsel Bakal Digelar di Bira Bulukumba

Enrekang Dapat Bantuan Keuangan Rp54,7 Miliar Dari Pemprov Sulsel

Ini Kado Dari Gubernur Sulsel Untuk HUT Pinrang Ke-60 Tahun

Unhas Sidrap Terima Mahasiswa Baru 2020

KNPI Sulsel Siap Gelar Pelantikan Pengurus, Ini Jadwalnya

Resmi Dilantik, FKPT Sulsel Siap Bersinergi dengan BNPT

Gubernur Sulsel Sebut Kabupaten Sidrap Bakal Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Kado Spesial HUT Sidrap Ke-676, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp45,3 Miliar

Parade Kolone Senapan Brimob Polda Sulsel Pukau Peserta Upacara di Rujab Gubernur

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar