Disebut pekerjakan 3.000 tenaga asing, PT IMIP justru rekrut 8.000 TKI

Tenaga Kerja

Terkini.id – Meski sempat disorot karena merekrut hingga 3.000 tenaga asing dari China, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) saat ini justru menambah tenaga kerja Indonesia hingga 8.000 pada 2018.

Perusahaan tambang di Morowali, Sulawesi Tengah itu, menargetkan akan merekrut hingga 8.000 tenaga kerja Indonesia sepanjang 2018.

Sepanjang Januari -April 2018, PT IMIP sudah merekrut setidaknya 3.249 tenaga kerja, sehingga jika ditotalkan dengan sebelumnya, PT IMIP saat ini memperkerjakan hingga 21.805 Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Sampai saat ini, jumlah karyawan yang bekerja di kawasan PT IMIP adalah sebesar 21.805,” jelas Manajer Human Resource Departement (HRD) PT IMIP, Achmanto Mendatu, seperti dikutip dari tadulakonews.com, Senin 7 Mei 2018.

Dia menjelaskan, kurang lebih 8.000 karyawan Indonesia yang direkrut tersebut, untuk dipekerjakaan di sejumlah pabrik dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di dalam kawasannya.

Perekrutan ribuan karyawan itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, untuk menggerakkan mesin-mesin pabrik dan PLTU yang berada di dalam kawasan PT IMIP.

Selain itu, perekrutan ini juga sebagai persiapan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di tiga pabrik dan dua PLTU baru yang dijadwalkan akan mulai dibangun pada tahun ini.

“Pabrik-pabrik yang berada di dalam kawasan ini membutuhkan banyak sekali tenaga kerja. Kami membuka peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Datu, panggilan akrabnya, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan ribuan tenaga kerja ini, terhitung sejak Januari 2018, pihaknya sudah mulai melakukan perekrutan.

Warga Morowali Prioritas

Koordinator Media Relation PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, dalam perekrutan tersebut pihaknya masih memprioritaskan warga Kabupaten Morowali yang dibuktikan dengan dokumen kependudukan. Alasannya, karena PT IMIP berada dan beroperasi di wilayah itu.

“Tapi kami tidak menutup diri kepada warga di luar Kabupaten Morowali atau bahkan di luar Sulawesi Tengah. Silahkan saja datang dan memasukkan berkas lamaran. Sepanjang memenuhi persyaratan yang kami tetapkan, tentu akan diterima,” katanya.

Berita Terkait