Disebut Putus dari Marion Jola karena Masalah Mahar Rp 2 M, Ini Kata Julian Jacob

Terkini.id, Jakarta – Finalis Indonesian Idol, Marion Jola, putus dari pacarnya, Julian Jacob. Kabar putus itu menjadi ramai di media sosial.

Terlebih lagi, saat isu berkembang tentang salah satu penyebab putus keduanya lantaran Julian tak sanggup bayar mahar Marion Jola Rp 2 miliar.

“Wah itu gue udah nggak ngerti lagi sih. Ini berita dari mana,” jawab Julian Jacob sambil tertawa seperti dikutip dari detikcom.

Julian Jacob memang tahu Marion berasal dari Sumba. Akan tetapi, melihat keluarga Marion, Julian yakin tak akan ada permintaan seperti itu.

“Lala itu memang orang Sumba, maksudnya kalau kita nikah nggak harus bayar mahal (sampai) Rp 2 miliar. Itu kan zaman dulu atau orang Sumba yang tradisinya masih kuat banget,” jelasnya.

Menarik untuk Anda:

“Lala kan ada campuran China, Indonesia, pokoknya banyak, biasanya kalau gitu udah nggak perlu lagi. Itu lucu sih. Iyalah tiba-tiba gue (diberitain) nggak bisa bayar mahar Rp 2 M. Ini gue udah mau nikah apa gimana?” sambung Julian bingung.

Dia pun tak mempermasalahkan banyak netizen yang menyayangkan hubungannya dengan Marion putus. Julian sadar sudah sejak awal menjalin hubungan dia memang senang membagikannya di media sosial.

Akan tetapi, untuk penyebab putusnya dengan Marion, Julian tak akan mudah untuk membukanya. Pelantun ‘Fly Tango’ itu memilih untuk membiarkan keingintahuan netizen hilang begitu saja.

“Sejujurnya is our fault, mengumbar apa yang kita jalani di social media. Jadi apa pun itu mereka harus tahu permulaannya aja, mereka udah ikut campur, tapi masa mereka nggak tahu endingnya. Semakin ke sini nggak perlu kita kasih tahu, ‘Oh kita begini-begini’. Mending diemin aja lama-lama surut,” tukas Julian Jacob.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Raffi Ahmad Blak-blakan soal Hubungan Intimnya: Terakhir di Kamar Mandi

Mobilnya Dibakar, Via Vallen Cuma Perlu Manggung 8 Kali untuk Beli Alphard Baru

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar