Ditangkap Nyabu, Kapolsek Kebayoran Pernah Bikin Heboh Usai Foto dengan Model Cantik

Kapolsek Kebayoran
Kapolsek Kebayoran Baru Benny Alamsyah berfoto bareng model Vitalia Shesha. (Foto: Merdeka)

Terkini.id, Jakarta – Kapolsek Kebayoran Baru Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Benny Alamsyah, ditangkap tim Propam Polda Metro Jaya di ruang kerjanya di Polsek Kebayoran Baru.

Benny Alamsyah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan sabu. Rupanya, ia telah ditahan di Rutan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya sejak tiga bulan lalu, tepatnya pada Agustus 2019.

“Iya sudah (tersangka) dan ditahan sejak tiga bulan lalu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, seperti dilansir dari Merdeka, Kamis, 21 November 2019.

Saat ruang kerjanya digeledah, tim Propam menemukan sejumlah paket sabu-sabu di ruang kerjanya tersebut.

“Ya, sementara masih ditangani ya. Kapolsek atas nama inisial B, Kapolsek Kebayoran Baru. Jadi sekarang masih ditangani oleh Unit Resrkrim Polda Metro Jaya karena kedapatan saat melakukan penggeledahan di tempat kerjanya 4 paket sabu,” ujar Yusri.

Menarik untuk Anda:

Sebelum kasus narkoba, Benny juga sempat menghebohkan publik usai berfoto dengan model cantik, Vitalia Shesha. Akibat foto itu, ia harus berurusan dengan Bid Propam Polda Metro Jaya Juli 2015.

Dihimpun dari Liputan6, kala itu Benny berpangkat komisaris polisi dan menjabat Kapolsek Pademangan, Jakarta Utara.

Foto Benny dengan Vitalia Shesha disebarkan akun Path milik Vitalia, setelah wanita itu ditangkap polisi. Alhasil, foto tersebut mendadak viral di media sosial.

Di foto itu, tampak Vitalia mengenakan kaus dan celana jins pendek duduk di kursi tunggu kantor polisi. Sementara di sampingnya, Benny duduk menyilangkan kakinya.

Atas viralnya foto tersebut, Tito Karnavian yang kala itu menjabat Kapolda Metro Jaya memberikan sanksi berupa teguran terhadap Benny.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pasien Sembuh Covid-19 Indonesia per 19 Oktober Capai 289.243 Orang

Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar