Ditolak IDI Jadi Menkes Gegara Pelanggaran Kode Etik, dr Terawan: ‘Biarkan Saja’

Menkes
Menkes RI dr Terawan. (Foto: Sinarharapan)

Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melantik dr Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) dalam Kabinet Indonesia Maju, Rabu, 23 Oktober 2019.

Diketahui, dr Terawan pernah dipecat oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI selama 12 bulan sejak 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019.

Ia saat itu dikenai sanksi atas pelanggaran etik serius karena metode terapi “cuci otak” yang ia terapkan bagi penderita stroke.

Belakangan, beredar surat MKEK PB IDI untuk Presiden Jokowi. Dalam surat tersebut dr Terawan ternyata sempat disarankan tidak diangkat jadi Menkes karena masih dikenakan sanksi.

Menanggapi hal tersebut, dr Terawan mengatakan sampai sekarang tidak ada masalah dirinya dengan pihak tertentu.

“Sudahlah, yang berkasus itu siapa. Biarkan saja. Lho saya kan nggak pernah nanggapi. Ndak perlu kan (menanggapi) karena kita harus mengikuti tata cara militer,” kata dr Terawan, seperti dilansir dari Detik, Rabu, 23 Oktober 2019.

“Saya waktu itu kan militer, sekarang kan sudah bukan,” lanjutnya.

Nama dr Terawan sebelumnya telah mencuat di publik usai dirinya mengenalkan terapi ‘cuci otak’ atau Digital Substraction Angiography (DSA) yang digunakan sebagai penanganan penyakit di kepala.

Namun atas temuannya itu, dr Terawan dikenakan sanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) karena dinilai belum teruji.

DSA menurut dr Terawan merupakan disertasi yang ia lakukan sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar doktor di Universitas Hasanudin.

Berita Terkait
Komentar
Terkini