Diundang Presiden, Bupati Barru Curhat Soal Ini

Terkini.id, Bogor – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengundang beberapa Bupati yang ada di Indonesia, termasuk Bupati Barru, Suardi Saleh.

Suardi merupakan anggota Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang dilaksanakan di Istana Bogor, pada Selasa 31 Juli 2018.

Dalam kesempatan dialog bersama Presiden ke tujuh Republik Indonesia tersebut, Bupati Barru, Suardi Saleh menyinggung soal pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan yang terjadi di Daerah, dalam hal Pendamping Desa.

“Kami melihat dalam pengawalan Desa di Kabupaten Barru, memang sudah sangat baik namun ada beberapa hal yang memang masih perlu untuk kemudian ditingkatkan,” kata Bupati Barru, Suardi Saleh, Rabu 1 Agustus 2018.

Mantan Kadis PU Pinrang ini, mengungkapkan, bahwa di tengah kebijakan Desa yang ada sekarang ini, maka perlu penguatan dalam bidang pendampingan Desa, bahkan jika memungkinkan maka perlu adanya pendampingan satu orang dalam satu Desa.

“Jika memungkin maka pendamping desa ini kemudian perlu ditingkatkan lagi, bahkan bisa dalam satu desa itu sebaiknya ada satu pendamping desa, sehingga kemudian ini bisa diefektifkan lagi di daerah, dan pemanfaatan Dana Desa bisa lebih maksimal dan lebih baik lagi kedepannya, selain itu juga perlu peningkatan kapasitas dan kualitas Kepala Desa dan Bumdes,” terang dia.

Namun dia mengakui, bahwa program Jokowi sekarang ini sudah sangat baik, apalagi program nawacita yang ke-3, sudah sangat dirasakan bahkan sampai ke pelosok Desa, yakni Bantuan Dana Desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, atas program nawacita yang ke 3, karena program ini sangat bersentuhan kepada masyarakat dan bahkan dirasakan sampai ke pelosok Desa, tidak terkecuali yang di rasakan masyarakat Barru,” pungkas dia.

Dia bahkan mengaku, bahwa selama ini Kabupaten Barru dalam penganggaran ADD sudah sangat signifikan, bahkan tercatat ada yang mendapatkan ADD mencapai 1,1 Milyar sampai ke Rp 2,1 Miliar.

“Minimal di Barru dapat bantuan ADD paling rendah sebanyak Rp 1,1 Miliar dan tertinggi sebanyak Rp 2,1 miliar,” urai Suardi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini