Dompet Dhuafa salurkan bantuan korban banjir Mamuju

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan salurkan bantuan untuk korban banjir Mamuju

Terkini.id, Mamuju– Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis kemarin.

Hingga kini tim respon bencana Dompet Dhuafa Sulsel sudah tiga hari berada di lokasi kejadian banjir bandang Mamuju, Sulawesi Barat. Tim Dompet Dhuafa Sulsel bersama relawan membawa misi kepedulian untuk merespon dan menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang.

Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Mamuju, Sulawesi Barat terjadi akibat hujan deras yang tidak kunjung berhenti sejak dini hari sehingga sejumlah sungai meluap pada Kamis 23 Maret lalu. Sehingga mengakibatkan banyak rumah warga yang hanyut dibawah arus sungai yang meluap.  Berdasarkan data dinas sosial kabupaten Mamuju, Sebanyak 907 KK atau 3.804 jiwa terdampak banjir. 3 rumah hancur, 116 rumah rusak berat, dan 788 rumah rusak ringan.

Bersama anak-anak pengungsi banjir bandang Mamuju

Sebelumnya, Tim Dompet Dhuafa Sulsel telah melakukan respon bencana diawali dengan dengan assesment ke lokasi bencana. Berdasarkan pantauan tim Dompet Dhuafa Sulsel masih terdapat pengungsi yang bertahan di posko pengungsian.

Menurut tim Dompet Dhuafa Sulsel, Nasrullah, kepada Makassar Terkini, saat ini masih terdapat pengungsi di posko pengungsian. Mereka terdiri dari balita dan orang dewasa. Bersama relawan Dompet Dhuafa Sulsel kami melakukan assesment. Selain itu kami juga menyalurkan bantuan dari donatur kepada korban banjir bandang yang berada di pengungsian.

“Kami menyalurkan paket sembako berupa beras, air minum, telur, mie instan, teh, kopi, minyak goreng, susu, biskuit, gula, dan produk pemberdayaan Dompet Dhuafa Sulsel berupa abon. Selain itu, kami juga memberikan bantuan berupa sabun cuci dan perlengkapan mandi kepada korban banjir,”lanjut Nasrullah

Saat ini masih terdapat tenda pengungsian di Simbuang Jl. Soekarno Hatta, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju karena masih banyak pengungsi yang bertahan di tenda pengungsian terutama korban yang rumahnya hancur akibat banjir.

“Untuk bantuan selanjutnya, kami masih menunggu koordinasi dari dinas sosial terkait. Saat ini masih ada warga yang memilih tinggal di posko pengungsian karena rumah rusak berat dan adapula yang rumahnya hanyut. Korban banjir bandang yang rumahnya rusak parah masih membutuhkan bantuan untuk perbaikan rumah maupun membangun kembali hunian sementara,”tutup Nasrullah

Berita Terkait
Komentar
Terkini