Dorong Produk Intelektual Kampus, Dosen PNUP Gelar Pelatihan Pembuatan PLTS

PNUP
Dorong Produk Intelektual Kampus, Dosen PNUP Gelar Pelatihan Pembuatan PLTS

Terkini.id, Makassar – Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas dan berkelanjutan (sustainable).

Berkaitan dengan pengembangan budaya ekonomi berbasis pengetahuan, perguruan tinggi perlu diberi akses dalam wujud knowledge and technopark yang memanfaatkan pengetahuan, pendidikan maupun hasil riset dosen.

Dengan penyelenggaraan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK), perguruan tinggi berpeluang memperoleh dan membantu menciptakan wirausaha baru.

Olehnya itu, 3 dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Makassar menginisiasi pelatihan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai usaha produk intelektual kampus.

Adapun Ketua Pelaksana Kegiatan ini adalah Bakhtiar, ST., MT., dengan latar belakang keahlian bidang pembangkitan tenaga listrik, anggotanya adalah H.Ruslan L., ST., MT. dengan keahlian rancangan instalasi listrik serta A. Gunawan, SE., M.Com. Ak dengan keahlian manajemen dan pemasaran.

Selain dosen, kegiatan ini melibatkan 2 orang teknisi, 1 orang tenaga administrasi, 12 mahasiswa teknik elektro dan 1 orang dokumentasi.

Saat ini kegiatan produksi PLTS berbagai tipe sedang berlangsung dimulai sejak hari Senin 15 Juli 2019 di Bengkel Teknik Listrik.

Harapan Ketua Pelaksana Kegiatan

Kegiatan produksi PLTS melibatkan 12 Mahasiswa Teknik Elektro, 2 orang teknisi, 1 orang administrasi, 1 orang dokumentasi dengan bimbingan serta arahan Ketua dan Anggota Pelaksana.

Sesuai rencana dalam proposal dilakukan di bengkel Teknik Listrik PNUP. Produk yang dibuat adalah 3 unit PLTS-PNUP100, 3 unit PLTS-PNUP150 dan 1 unit PLTS-PNUP300.

“Selain produk yang dibuat berdasarkan apa yang ada dalam proposal, Tim juga menerima pesanan sesuai kebutuhan konsumen atau mitra,” ujar Bakhtiar, Minggu, 21 Juli 2019.

“Kegiatan produksi dimulai dengan menggambar dan mendesain tata letak sakelar, stop kontak, indikator tegangan AC/DC, inverter, baterai dan controller di Box Panel. Dilanjutkan dengan mengebor, menggergaji sesuai ukuran komponen,” sambungnya.

Selanjutnya, kata dia, pemasangan kabel pada komponen sesuai rancangan dan gambar pengawatannya.

“Dengan kegiatan ini diharapkan mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi, membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru, menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan mandiri atau bermitra, memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa serta mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkas Bakhtiar.

Berita Terkait