Dosen Unhas Prof Aswanto terpilih jadi wakil ketua MK

Terkini.id, Makassar – Dosen yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Aswanto, terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Senin 2 April 2018.

Pria asal Sulawesi Selatan ini sebelumnya memang menjadi anggota MK sejak periode sebelumnya. Kini, dia terpilih sebagai Wakil Ketua MK mendampingi Anwar Usman untuk periode 2018-2010.

Aswanto terpilih setelah unggul dalam perolehan suara dalam rapat pleno pemilihan ketua MK hari ini, mengalahkan Saldi Isra, hakim konstitusi lainnya.

Dia terpilih melalui pemungutan suara di antara sembilan hakim konstitusi. Aswanto mendapat 5 suara, sementara Saldi Isra hanya 4 suara.

“Berdasarkan perolehan suara tersebut, maka yang mulia hakim konstitusi professor Hakim Aswanto terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2018-2020,” tutur Ketua Rapat Pleno Hakim Anwar Usman.

Menarik untuk Anda:

Pada pukul 15.00 hari ini, Aswanto bersama hakim yang terpilih akan mengikuti proses pengambilan sumpah jabatan untuk Ketua MK periode 2018-2020.

Ketujuh orang Hakim Konstitusi tersebut adalah Aswanto, Maria Farida lndrati, Wahiduddin Adams, l Dewa Gede Palguna, Suhartoyo, Manahan Sitompul, dan Saldi Isra.

Aswanto yang mantan ketua Bawaslu Sulsel mendapatakan lima suara. Sedangkan Saldi Isra empat suara. Calon lain tidak mendapatkan suara.

Pimpinan sidang Rapat Permusyawatan Hakim (RPH), Anwar Usman memutuskan sekaligus menetapkan Aswanto sebagai wakil ketua MK terpilih.

Sebelumnya, Rapat Pleno Hakim Konstitusi sepakat untuk tidak menyertakan Arief Hidayat dalam bursa pemilihan ketua Mahkamah Kontitusi (MK) periode 2018-2021.

“RPH menyepakati bahwa dalam pemilihan Ketua MK, Prof Arief Hidayat tidak lagi mempunyai hak untuk dipilih menjadi ketua MK,” kata juru bicara MK Fajar Laksono di Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.

Arief Hidayat tak bisa lagi menjadi Ketua MK karena sudah dua kali menjabat ketua. Keputusan dalam RPH tersebut dikatakan Fajar berdasarkan ketentuan Pasal 4 Ayat (3a) UU MK, dan Pasal 2 Ayat (6) PMK Nomor 2 Tahun 2012.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sebelum Diciduk KPK, Edhy Prabowo Sempat Menyindir Susi Pudjiastuti

Habib Rizieq dan Penyelenggara Acara di Megamendung Berpotensi Jadi Tersangka

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar