DPO penjambret ibu hamil di kantor BPJS Makassar tertangkap

Terkini.id, Makassar – Pelaku jambret Tedy Tesar (24) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) akhirnya diringkus polisi setelah lama buron.

Ia melakukan aksi jambret terhadap ibu hamil di depan BPJS Kesehatan Makassar pada 11 Desember 2017 lalu.

Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara mengatakan, pelaku ditangkap sekitar pukul 02.00 Wita dini hari di kampungnya, di Dusun Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

“Pelaku ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku yang berada di kampungnya,” terang Edy Sabtu 3 Maret 2018.

Diketahui, saat itu Tesar berboncengan dengan pekaku MH (16) di Jalan Pettarani melakukan jambret di depan Kantor BJS Makassar terhdap seorang ibu hamil.

Menarik untuk Anda:

Korban ibu hamil, Sri Rahmiati saat itu berboncengan dengan suaminya, Bahtiar. Sri Rahmiati memegang hpnya saat itu.

Tesar dan MH lalu mengikuti keduanya.

Saat hendak berbelok ke BPJS Kesehatan Makassar untuk mengurus kartu BPJS calon bayi mereka, Sri lalu memasukkan hpnya ke dalam tas.

Saat itu dua pelaku curas menjambret hp korban.

Keduanya sempat dikejar oleh Bahtiar dan warga hingga ke Pasar Karuwisi.

Sementara MH berhasil ditangkap dan motornya dibakar oleh warga.

Sedangkan Tesar yang saat itu memegang senjata tajam sempat melukai lengan korban, Bahtiar lalu melarikan diri.

“Hasil interogasi ia mengakui aksinya di depan Kantor BPJS Pettarani (BPJS Makassar) pada Desember lalu,” terang Edy

Lanjutnya, TKP lain yang ia akuinya yakni di Jalan Veteran mengambil hp Samsung pada Oktober 2017 lalu dan Jalan Pelita menjambret tas berisi dua hp pada November 2017 lalu.

Pelaku terpaksa ditembak pada bagian betis saat mencoba melarikan diri saat di atas mobil dari Gowa menuju Makassar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Viral Guru Minta Siswa Jangan Pilih Ketua OSIS Non Muslim

Beredar Postingan Foto Sebut Jokowi Sanggup Jadi Dokter, Ini Faktanya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar