DPRD dan Pemprov Sulsel Setujui APBD 2021 Sebesar Rp10 Triliun Lebih

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah bersama Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari menandatangani kesepakatan APBD 2021, pada rapat paripurna, Jumat 27 November 2020.

Terkini.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersma Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, sebesar Rp10 triliun lebih.

Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat paripurna dengan persetujuan antara DPRD dan Gubernur Sulsel terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2021 di lantai 3 gedung DPRD Sulsel, Jumat 27 November 2020. 

Wakil ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga, menyampaikan keputusan persetujuan tersebut setelah dilakukan pembahasan akhir dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) provinsi Sulsel untuk memfinalisasi Rancangan APBD Tahun 2021.

“Berdasarkan laporan Komisi-Komisi DPRD Sulsel, maka disimpulkan tentang kesepakatan antara Badan Anggaran DPRD dengan TAPD Pemerintah Provinsi Sulsel, dengan komposisi akhir Anggaran APBD Tahun 2021,” kata Fachruddin Rangga dalam pidatonya di rapat Paripurna.

Rapat paripurna, Jumat 27 November 2020.

Adapun rincian APBD 2021 yang telah disepakati, yakni, Jumlah Pendapatan  sebesar Rp10.745.830.352.337,70. Jumlah Belanja Rp11.756.405.712.940,10. Defisit sebesar Rp1.010.575.360.602,38. Jumlah Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp1.161.740.168.611,00, Jumlah Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp151.164.808.008,62. Pembiayaan Netto sebesar Rp1.010.575.360.602,38.

Menarik untuk Anda:

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah berharap, APBD 2021 yang telah disepakati bersama antara legislatif dan eksekutif mampu direalisasikan untuk kepentingan rakyat. 

Mulusnya pembahasan APBD 2021, kata Nurdin, merupakan sinergitas antara DPRD dan Pemprov Sulsel dalam mendorong roda perekonomian. 

“Saya kira apa yang kita saksikan ini betul-betul menjadi sebuah ajang untuk kepentingan rakyat. Satu hal yang patut kita syukuri  bahwa pimpinan DPRD begitu kompak dengan teman – teman  DPRD. Ini membuktikan bahwa sulsel melangkah lebih maju lagi.  Kalau eksekutif dan legislatif kompak, tidak ada dusta diantara kita insya Allah Sulsel akan menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin menyebut bahwa penyusunan APBD 2021, legislatif dan eksekutif memiliki kesamaan visi – misi kedepannya tanpa sekat ataupun perbedaan.

Sehingga dia mengajak legislatif untuk terus bersinergi memajukan perekonomian di Sulsel di berbagai sektor unggulan, seperti Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Pariwisata. 

“Penyusunan APBD kita sudah satu nafas, satu visi. Saya tidak pernah merasakan ada yang menjadi perbedaan. Kita sama sama punya visi memajukan sulsel. Saya kira itu yang paling penting. Tugas kita kedepan bagaimana mendorong pendapatan kita. Kalau sekarang ini masih didominasi pajak kendaraan, kita harus mencoba mendorong sektor sektor unggulan lainnya,” ajaknya. 

Optimisme mantan Guru Besar Universitas Hasanuddin ini memajukan perekonomian di Sulsel  dengan adanya sinergitas antara eksekutif dan legislatif telah terbukti di penanganan pandemi Covid-19.

Rapat paripurna, Jumat 27 November 2020.

“Ada bukti nyata atas sinergi kita bangun. Seperti sinergi dalam strategi penanganan pandemi yang sudah kita lakukan, hemat biaya, tingkat kesembuhan tinggi. Bahkan pertumbuhan ekonomi kita ada di peringkat ke tiga di Indonesia dan tentu perjuangan kita telah membuahkan hasil,” urainya. 

Diapun menambahkan, di APBD 2021 akan mulai difokuskan di sejumlah proyek strategis, seperti kelanjutan pembangunan stadion Barombong dan Masjid 99 Kubah.  Selain itu, Pemprov Sulsel juga akan mendorong program program strategis untuk meningkatkan perekonomian di pulau pulau. (Adv)

 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dokter Fadli Ananda Ditunjuk Sebagai Ketua Banguna Sulsel

Gubernur Sulsel Minta BKD Hentikan Penerimaan PTT atau Non PNS

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar