DPRD Sulsel Ingatkan BPJS Jangan Hanya Melihat Untung Rugi

Komisi E menggelar rapat dengar pendapat bersama jajaran direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulsel, Selasa 9 Oktober 2018. /Nasruddin

Terkini.id — Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Muhammad Rajab mengingatkan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar lebih mengutamakan pelayanan bagi pesertanya.

Rajab mengungkapkan hal itu dalam rapat dengar pendapat Komisi E bersama jajaran direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulsel, Selasa 9 Oktober 2018.

“Jangan sampai ini masalah defisit sehingga pelayanan jadi rumit. Masa anggaran kita yang dorong ini justru membuat rumit. Pelayanan kesehatan itu jangan hanya melihat untung rugi” ujar Politisi NasDem Sulsel ini.

Selain itu, Ia juga mengkritik kebijakan baru BPJS tentang rujukan berjenjang yang dinilai memberatkan peserta BPJS Kesehatan.

“Rujukan itu katanya sangat memberatkan pasien, belum lagi persoalan jumlah rumah sakit. Misalnya di makassar, bagaimana mungkin mereka melayani 1,2 juta peserta, kalau hanya memiliki rumah sakit tipe c yang jumlahnya 5,” ujarnya

Menarik untuk Anda:

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara dan Maluku, I Made Puja Yasa mengatakan sudah memerintahkan mapping data.

“Pelayanan yang tidak dijamin, maka kami perlu pertegas, layanan tanggap darurat yang sudah ditetapkan bukan BPJS Kesehatan,” katanya.

Ia pun mencontohkan seperti kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas tak masuk dalam proses jaminan BPJS.

Made mengatakan, tarif dari Kementerian Kesehatan sudah sesuai dengan sarana dan prasarana (sarpras) dan jasa.

“Kalau tarif tidak sesuai maka bisa mengajukan ke Kementerian Kesehatan. Sistem ini supaya kasus kesehatan diselesaikan dengan biaya yang sesuai,” katanya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pakai Baju Diduga Berlogo Palu Arit, Wanita Pegawai Kafe Diamankan Massa Ormas

Bandar Judi Sabung Ayam Anak Anggota DPRD Ditangkap, Pelaku: Saya Minta Maaf

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar