Dua Anaknya Mengidap Gangguan Jiwa, Nenek Ini Asingkan Diri di Hutan

Nenek Tae saat dikunjungi gubuknya oleh Komunitas KPAYFM dan Ipekta. / ist

Terkini.id, Takalar – Seorang nenek bernama Daeng Tae’ warga Pulau Tana Keke di Kabupaten Takalar terpaksa mengasingkan diri dari pemukiman warga bersama dua anaknya yang mengidap penyakit gangguan jiwa.

Daeng Tae memilih hidup bertiga di tengah hutan bersama dua anaknya karena tak ingin mengganggu warga sekitar di Dusun Dande Dandere, Desa Maccini Baji, Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar.

Kedua anaknya yakni bernama Deke berusia 45 tahun, serta Sia yang berusia 40 tahun mengalami gangguan jiwa.

Ketua Komunitas Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin (KPAYFM) Ical yang mengunjungi gubuk Daeg Tae mengatakan, keluarga ini sudah menetap di tengah hutan selama puluhan tahun dan jauh dari pemukiman warga.

“Kunjungan KPAY FM ke Pulau Tanakeke Takalar, kali ini untuk berbagi bersama Daeng Tae. Karena faktor anaknya mengalami gangguan jiwa. Dan faktor kedua karena tak ada lagi sanak keluarga di Pulau Tana Keke yang dapat mengurusnya,” kata Ical saat mengunjungi gubuk Daeng Tae’ Senin 11 Juni 2018.

KPAYFM berkolaborasi dengan Ipekta

Komunitas KPAYFM, kata Ical mendapat informasi adanya keluarga yang hidup di tengah hutan melalui sosial media. Informasi itu didapat dari Ikatan Pemuda Kreatif Tana Kekek (Ipekta) Takalar.

“Sehingga kami dari KPAY-FM Makassar bersama komunitas Ipekta di Takalar melakukan kunjungan ke gubuk nenek (Daeng Tae’) untuk menyalurkan donasi yang telah terkumpul berasal dari teman-teman,” terang Ical.

Sementara Irfan dari Ipekta Takalar mengungkapkan, untuk bertahan hidup di tengah hutan dan tinggal di gubuk tua tak layak huni keluarga ini makan dari hasil berkebun dan bantuan warga Tana Keke yang peduli.

“Keluarga ini hanya hidup bertiga dan jauh dari keramaian. Untuk makan mereka hanya memanfaatkan hasil kebun bantuan warga,” kata Irfan.

Selain itu dua komunitas ini selama dua hari di Pulau Tana Keke juga menggelar kegiatan lomba santri pulau dan buka puasa bersama 200 anak pulau dan warga setempat.

“Selain kunjungan ke rumah Daeng Tae, KPAYFM juga bekolaborasi dengan Inpekta. Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur syukran wa jazakumullahu khairan, semoga di balas dengan kebaikan yang jauh lebih baik,” ungakpnya.

Nenek berusia 80-an tahun itu memilih membangun rumah di tengah hutan dan tanpa satu orang pun tetangga.

Komentar

Rekomendasi

Apresiasi Hadirnya All New BeAT, Ketum COC Makassar: Semoga Jadi Favorit Masyarakat

Shalat Jumat Keliling Cara Brimob Lebih Dekat Dengan Warga

Hadiri HUT Takalar, Andi Sudirman Paparkan Progres Bendungan Pammukkulu

Angkat Isu Lingkungan, KPA Sapanang Sukses Gelar Milad di Pangkep

Seminar Cinta Forum Muslimah Dakwah Kampus di Sidrap

Besok, IKA SMANSA Angkatan 2002 Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pimpin IKA Teknik Arsitektur Unhas, Danny: Satu Arsitek akan Dampingi Satu Kelurahan

Sekjen PB HMI Lantik Pengurus HMI MPO Cabang Makassar

Brimob Polda Sulsel Panen Sayur Hidroponik di Halaman Kantor

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar