Dua Hari, Pemuda Tombolopao Gowa ini Kumpulkan 10 Ribu Puntung Rokok

Terkini.id, Gowa – Sejumlah pemuda di Tombolopao Kabupaten Gowa melakukan aksi pungut puntung rokok beberapa waktu lalu, salah satunya di Pasar Rakyat Tamaona Kecamatan Tombolo Pao.

Salah seorang pemuda, Hilman, mengatakan dalam waktu dua hari terkumpul sebanyak 10.000 puntung rokok.

“Kami juga melakukan aksi tersebut di Passangrahan Manipi, Sinjai Barat karena akses ke sana dekat dan merupakan salah satu tempat yang selalu ramai pengunjung,” ujarnya, Jumat (21/9/2019).

Jumlah tersebut, lanjut Hilman, menggambarkan minimnya kepedulian untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami mengajak siapa saja untuk sama-sama peduli lingkungan, apalagi puntung rokok ini termasuk salah satu sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai,” ujarnya.

Untuk mengatasi limbah puntung rokok tersebut,  Hilman akan mengaplikasikan metode ekobrick, yaitu memasukkan puntung rokok ke dalam limbah botol air mineral.

“Sebelumnya kami sudah mengaplikasikan ekobrick ini dengan limbah plastik, sudah ada puluhan botol. Nah selanjutnya botol-botol tersebut akan kami buat kerajinan tangan seperti meja atau kursi,” tutur Hilman.

Lebih Merusak Lingkungan Ketimbang Sedotan Plastik

Dilansir dari Kompas.com, Tim Peneliti dari Sandiego State University mengatakan puntung rokok yang termasuk filter di dalamnya lebih mengontaminasi lautan daripada sedotan plastik.

Filter rokok tersebut terbuat dari plastik yang disebut selulosa asetat. Bahan tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk terurai.

“Sangat jelas tidak ada manfaat kesehatan dari filter rokok. Filter hanyalah alat pemasaran. Dan mereka mempermudah orang untuk merokok. Ini juga merupakan kontaminan utama, dibanding semua sampah plastik itu,” ujar Thomas Novotny, professor kesehatan masyarakat dari San Dieogo State University.