Dua komoditas strategis pertanian dibahas dalam kuliah umum di Aula Syekh Yusuf Polbangtan Gowa

Kuliah Umum di Polbangtan Gowa

Jumat 21/06/19, bertempat di Aula Syekh Yusuf Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, kuliah umum yang dihadiri mahasiswa jurusan Penyuluhan Pertanian menerima materi dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan dan peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros.

Materi yang disajikan adalah mengenai “Peran Pemuliaan dan Bioteknologi dalam Peningkatan Produksi Tanaman Jagung dan Inovasi Teknologi Budidaya Padi”. Dr. Amin Nur, SP., M.Si sebagai pemateri pertama pada konteks keilmuan pemuliaan tanaman jagung menjelaskan tentang manfaat pemuliaan tanaman dan bioteknologi, bagaimana peran tim peneliti dalam menciptakan suatu varietas benih yang baru sehingga kedepannya dapat meningkatkan produksi dalam suatu usaha budidaya.

Selain itu beliau juga menjelaskan tentang tantangan bidang pertanian kedepannya salah satunya adalah peningkatan suhu global yang akan mempengaruhi produksi pertanian sehingga berdampak pada kemampuan dunia dalam memenuhi kebutuhan pangan. Menurut laporan dari panel climate change (IPCC), pada tahun 2025-2100 suhu global akan naik 0,3 oC per decennada mencapai sekitar 1-3 oC diatas nilai sekarang dan menyebabkan pemanasan global sehingga perlu strategi adaptasi yang paling mendesak dilakukan untuk menanggulangi pemanasan suhu tinggi terhadap pertanian di Indonesia adalah dengan cara menanam variets yang memiliki daya adaptasi yang tinggi.

Dr. Amin nur juga menjelaskan tentang apa itu pemuliaan tanaman dan program pemuliaan itu seperti apa, menurutnya, ilmu pemuliaan itu ada 2 yaitu ilmu dan seni, Ilmu (sience) yang memperlajari tentang perubahan susunan genetic/sifat-sifat tanaman sehingga diperoleh tanaman baru yng bermanfaat bagi manusia. Seni (arti) kemampuan dalam merakit tanamna baru yang memiliki sifat-sifat dan penampilan sesui dengan yang diingnkan pemulianya.

Pada materi ke 2 yang dibawakan oleh bapak Dr. Ir. Abdul Wahid, MSi. Beliau membawakan tentang gambaran umum benih Padi yang bersertifikat. Inovasi teknologi, penemuan baru dan berbeda sangat dibutuhkan demi memenuhi kebutuhan konsumen. Ciri-ciri dari suatu inovsai adalah yang pertama yaitu sesuai dengan mutunya. Untuk menjamin ketersediaan benih makanya perlu dilakukan pemuliaan dengan memperhatikan faktor-faktor pentingnya. Benih yang bersertifikat akan menghasilkan produk yang bagus sedangkan benih yang tidak bersertifikat akan menghasilkan produkyang buruk pula dan akan merugikan petani. Permasalahan yang paling umum sekarang dan kebanyakan petani padi adalah banyaknya serangan penyakit yang menyerang pada tanaman padi dan paling banyak adalah penyakit blas, penyakit ini diakibatkan oleh pengguanaan benih yang tidak bersertifikat dan pemupukan yang berebihan atau over dosis, tutupnya. (ATK/MUZ)

Berita Terkait
Komentar
Terkini