Dua Pendiri Instagram Mundur dari Facebook, Disebut-sebut Cekcok dengan Mark Zuckerberg

Satu dari dua pendiri Instagram, Kevin Systrom

Terkini.id – Dua orang pendiri Instagram, sebuah media sosial yang penggunanya tumbuh pesat, yakni Kevin Systrom dan Mike Krieger, memutuskan mundur.

Kabar keduanya mundur dari perusahaan yang didirikannya itu, tersebar sejak kemarin, Selasa 25 September 2018.

Meskipun belum ada keterangan resmi dari Facebook selaku induk perusahaan Instagram, namun desas-desus beredar, tentang cekcok antara dua orang pendiri Instagram tersebut, dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Info yang beredar, dua pendiri Instagram itu meninggalkan Facebook setelah ketegangan yang terus melibatkan keduanya dengan Mark Zuckerberg.

Dilansir dari detikcom, keduanya rupanya sependapat dengan Zuck mengenai masa depan aplikasi yang pertama kali diluncurkan pada 2010 tersebut.

Systrom dan Krieger, sebelumnya bergabung dengan Facebook setelah rakasasa jejaring sosial itu mengakuisisi Instagram pada 2012.

Keduanya mengaku frustrasi dengan Zuck, lantaran visi bisnis yang berbeda.

Menurut keduanya, Zuckerberg semakin tergantung dengan Instagram untuk pertumbuhan Facebook di masa depan.

Dengan basis pengguna yang melewati 1 miliar user, Instagram kini disebut menjadi menjadi salah satu faktor kunci dalam mendatangkan pendapatan bagi Facebook.

Untuk diketahui, Facebook saat mengakuisisi Instagram, mengeluarkan budget senilai USD 1 miliar.

Disebutkan, Instagram paling sering disebutkan dalam pembicraan lewat telepon antara manajemen, analis, investor, dan media.

Yang terbaru, Zuck menjelaskan bahwa media sosial tersebut tumbuh dua kali lebih cepat di bawah naungan Facebook dibanding saat masih berdiri sendiri.

Menariknya, pernyataan tersebut dirasa tidak perlu diumbar oleh para bos Instagram

Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir Facebook terus diterpa kasus mengenai privasi pengguna, hingga berita hoax.

Di tengah badai tersebut, nama Instagram tetap bersih dan terus mencatatkan pertumbuhan jumlah user.

Di tengah kekurangannya terhadap sumber daya manusia dalam meningkatkan produknya, memang tak mengherankan jika Facebook semakin bergantung terhadap aplikasi berbagai foto tersebut untuk masa depannya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini