Masuk

Dubes Fadjroel: Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VoA) Biasa dan Elektronik ke Indonesia untuk Kazakhstan Mulai Berlaku

Komentar

terkini.id-Jakarta, Mulai pukul 00.00 WIB hari Rabu, tanggal 18 Januari 2023, Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VoA) dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan elektronik (e-VoA) ke Indonesia berlaku untuk Kazakhstan.

Menurut rilis resmi dari Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial Budaya dan Protokol KBRI Nur-Sultan Darmia Dimu / Sekretaris Dubes RI Untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan Andi Zulkarnain bahwa Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor IMI-0018.GR.01.01 Tahun 2023 tentang Kebijakan Keimigrasian Mengenai Layanan Visa Kunjungan Saat Kedatangan Elektronik (Electronic Visa on Arrival/ E-VOA), Visa Kunjungan Saat kedatangan (Visa on Arrival), dan Bebas Visa Kunjungan Untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman menyampaikan terimakasih kepada Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM yang telah memberikan fasilitas VoA biasa dan elektronik kepada Kazakhstan.

Baca Juga: Dubes Fadjroel dan Presiden Jokowi Bahas Diplomasi serta Pilpres 2024

“Kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim dan jajarannya. Kebijakan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar layanan keimigrasian semakin cepat, mudah, dan modern. Kami juga akan bekerja cepat, efektif dan efisien untuk melaksanakan arahan Presiden untuk mendorong kenaikan transaksi perdagangan, kedatangan wisatawan dan investor asing ke Indonesia. Tentu juga meningkatkan kerjasama politik, sosial-budaya, pendidikan, selain ekonomi,” papar Dubes Fadjroel di Jakarta Rabu (18/1/2023).

Juru Bicara Presiden periode 2019-2021 tersebut juga menuturkan bahwa kebijakan VoA biasa dan elektronik ini merupakan hadiah istimewa dalam rangka perayaan 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhstan.

“Alhamdulillah, ini merupakan hadiah istimewa dalam rangka peringatan 30 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kazakhstan pada tahun ini yang bertema memajukan pelayanan, inovasi dan kolaborasi pentahelix,” tuturnya lagi.

Baca Juga: Dubes Fadjroel Kembali Raih Juara Dua Even Social Media Awards 2023 Kemenlu RI

Bahkan kebijakan ini merupakan kabar gembira khusus bagi 4.000-an pendekar pencak silat di seluruh Kazakhstan mengingat Pencak Silat adalah lokomotif diplomasi budaya Indonesia di Kazakhstan.

Kazakhstan juga merupakan negara terkaya di Asia Tengah. Setiap tahun dari Kazakhstan ada 10 jutaan turis berkualitas (tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak) ke seluruh dunia.

“Potensi ini sangat besar untuk dimanfaatkan. Kami menyampaikan kepada Menparekraf Sandiaga Uno dan Deputy Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini pada tahun 2023 KBRI Astana menargetkan turis Kazakhstan ke Indonesia sekitar 10.000 orang sebagaimana angka kunjungan sebelum pandemi.

Umumnya para wisatawan berkunjung ke Bali dan Lombok. Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk menarik turis berkualitas lebih banyak dan menuju destinasi prioritas wisata lainnya di Indonesia,” papar pemegang dua kali runner-up Social Media Awards 2022 dan 2023 kategori Duta Besar Kemenlu RI dari 131 perwakilan Indonesia di dunia.