Eko Kuntadhi: Satu-Satunya Kelebihan Jakarta saat Ini Memang Kelebihan Bayar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kunthadi menyindir bahwa satu-satunya kelebihan Jakarta saat ini adalah kelebihan bayar.

Eko Kuntadhi mengatakan itu saat turut soal polemik rencana penyelenggaraan Formula E di Jakarta yang belakangan ini kian ramai dipebincangkan.

Ia terutama menyoroti soal jumlah commitment fee yang harus dibayar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Formula E Operation.

Baca Juga: Ibukota Diguyur Hujan, Wakil Gubernur: Alhamdulillah Belum Banjir, Ini Faktanya!

“Nah loh. Kota Montreal hanya bayar Rp1, 8 M untuk Formula E. Sedangkan tagihan komitmen Jakarta sampai Rp2, 3T,” katanya melalui akun Twitter _ekokuntadhi pada Rabu, 16 September 2021.

“Satu-satunya kelebihan Jakarta saat ini, memang kelebihan bayar,” sambung Host Cokro TV tersebut.

Baca Juga: Sindir Anies, EK: Politisasi Agama, Menang Pilkada, dan Jakarta Amburadul

Bersama pernyataannya, Eko Kuntadhi membagikan berita soal pernyataan Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Anggara Wicitra yang membandingkan jumlah commitment fee Jakarta dengan kota-kota lain yang juga menjadi penyelenggara Formula E.

“Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro patut jeli dan mempertanyakan mengapa penerapan biaya commitment fee di berbagai kota berbeda?” katanya pada Kamis, 16 September 2021, dilansir dari Kompas.

Anggara menyebut, Kota Montreal di Kanada hanya menyetorkan uang sebesar Rp18,7 miliar kepada Formula E Operation (FEO).

Baca Juga: Sindir Anies, EK: Politisasi Agama, Menang Pilkada, dan Jakarta Amburadul

“Mengapa Montreal hanya membayar 5 persen dari biaya commitment fee yang ditagihkan Dispora,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, menurut Anggara, ada sejumlah kota besar di negara seperti Amerika Serikat yang tidak dikenakan biaya commitment fee.

Bahkan, katanya, Roma Italia menjadi satu kota yang bebas biaya commitment fee hingga penyelenggaraan tahun 2025.

“Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta,” ujar Anggara Wicitra.

Bagikan