Ekonom: salah semua ilmu yang saya pelajari kalau Abu Tours tidak bermasalah

Owner Abu Tours (terkini.id/yusventus)

Terkini.id, Makassar – Perusahaan travel umrah asal Makassar, Abu Tours, kewalahan memberangkatkan jemaah.

Travel tersebut, selama ini dikenal menjual paket umrah dengan harga murah, di bawah standar yakni sebesar Rp15 juga hingga Rp16 juta.

Sementara, harga umrah yang rasional berada di atas Rp20 juta. Saat ini, ada 16 ribu jemaah Abu Tours, yang telah membayar, namun belum mendapat kepastian terkait jadwal pemberangkatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Agama, hingga asosiasi umrah, sudah memperingatkan jemaah yang mendaftar di Abu Tours, tentang risiko gagal berangkat.

Hal itu karena murahnya harga yang diberikan. Skema umrah dengan bayar lebih dahulu lalu berangkat satu dua tahun kemudian, menyalahi bisnis umrah pada umumnya.

Baca juga:

Tidak terkecuali Ekonom Universitas Hasanuddin, Dr Agussalim yang juga cukup sering menyampaikan hal yang sama.

Melalui akunnya, Dr Agussalim bahkan berkomentar, masyarakat sepertinya lebih tergoda dengan promo murah dibanding mendengar petuah ekonomi sepertinya.

“Di beberapa kesempatan, entah di kantor, di rumah, di acara arisan keluarga, saat kumpul-kumpul dengan sahabat, saya selalu sampaikan bahwa, salah semua ilmu ekonomi yang saya pelajari puluhan tahun kalau travel semacam ini tidak bermasalah pada akhirnya,” tulis Agussalim, Minggu 11 Februari.

Agus yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Makassar itu, mengungkapkan, rupanya pendapatnya itu dalam beberapa waktu terakhir tidak banyak didengarkan.

Tiga opsi untuk jemaah

Seperti diketahui, dalam konferensi pers yang disampaikan CEO Abu Tours, Hamzah Mamba, pada Kamis 9 Februari lalu, dia menyampaikan berbagai alasan sehingga perusahaan umrah tersebut kewalahan memberangkatkan jemaah.

Hamzah menyebut, tertundanya pemberangkatan jemaah tersebut, karena penetapan pajak progresif 5 persen dari pemerintah Arab Saudi, dan aturan dari Kementerian Agama tentang standar tarif umrah minimum Rp20 juta.

Sementara, selama ini, sekitar 16 ribu jemaah Abu Tours yang belum berangkat, umumnya membayar cuma Rp15 juta hingga Rp16 juta. Karena itu, Hamzah menawarkan tiga opsi, antara lain:

  1. Jemaah dan agen menambah biaya paket: Rp 5 juta untuk wilayah A (Jakarta), Rp6 juta untuk wilayah B (Makassar), dan Rp 7 juta untuk wilayah C (Kendari).
  2. Jemaah dan agen menambah biaya paket: Rp9 juta untuk wilayah A Jakarta, Rp10 juta untuk wilaah B Makassar, dan Rp11 juta untuk wilayah C Kendari, dan mengajak 1 jemaah baru (langsung berangkat dengan jemaah lama) dengan harga paket Rp21 juta. Jemaah lama berhak mendapatkan bonus 2 voucher protongan harga paket umrah senilai harga Rp5 juta per voucher.
  3. Jika jemaah dan agen yang telah mendaftar dan tak mengajak jemaah baru, maka wajib membayar Rp15 juta dan berhak mendapatkan bonus voucher umrah 3 lembar dengan nilai per voucher Rp 5 juta.

Sayangnya, maklumat itu ditolak oleh sejumlah jemaah. Dibanding mengambil opsi itu, sejumlah jemaah malah meminta refund, dan uangnya dikembalikan saja.

Hamzah Mamba sendiri mengaku akan bertanggung jawab dan berupaya semaksimal mungkin memberangkatkan bila jemaah menolak opsi itu.

Komentar

Rekomendasi

Dukung Pengembangan Objek Wisata Mangrove Lantebung, Yusran: Kita Ajak Dunia Perbankan

Fachrul Razi: New Normal, Rumah Ibadah Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

Hanya Andalkan Satu Tangan, Kakek Penjual Balon Ini Tetap Semangat Mengais Rejeki

Wah Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 Tembus Angka Tujuh Ribuan

Berikut Surat Edaran Kemenag Soal Aturan Kegiatan di Rumah Ibadah Jelang New Normal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar