Eksotisme TN Gandang Dewata Sebagai Destinasi Wisata Alam di Mamasa

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
BKSDA Sulsel

Terkini.id, Mamasa – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Workshop. Workshop yang dilaksanakan secara outdoor itu berlangsung di Villa Edelweis Desa Tondok Bakaru Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa.

Workshop ini mengulas masalah pengelolaan TN Gandang Dewata dalam Kerangka Forest Program IV Watershed Mamasa Sulawesi. Kamis, 3 Desembsr 2020.. 

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc mengatakan, pemandangan di Desa Tondok Bakaru sangat eksotis dan berpotensi menjadi destinasi wisata alam di Kabupaten Mamasa yang bertaraf nasional karena keindahan alamnya.

Lebih lanjut Thomas menyampaikan workshop ini merupakan kick off pengembangan TN Gandang Dewata. 

“TN Gandang Dewata berpotensi di dalamnya dapat lestari untuk menunjang kehidupan masyarakat, ” harap Thomas

Menarik untuk Anda:

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan memberikan plakat sebagai ungkapan terimakasih kepada Bupati Mamasa atas dukungannya pada kegiatan workshop pengelolaan TN Gandang Dewata.

Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat Farid Wadji menyerahkan buku berjudul “Menyusur Jejak Alam dan Budaya Gandang Dewata” kepada Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan.

Workshop dibagi dalam tiga tahap kegiatan yakni, pemaparan materi, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan rumusan. 

Materi yang diberikan antara lain,  Pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata. 

Pengenalan Program FP IV Watershed Mamasa-Sulawesi, kemudian Pemantapan Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gandang Dewata.

Peran Pemda dalam Pengembangan Wisata Alam Taman Nasional Gandang Dewata dan Peran Masyarakat dalam pelestarian Taman Nasional Gandang Dewata. 

Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan membagi peserta ke dalam dua kelompok dengan topik, Program dan manajemen FP IV watershed Mamasa-Sulawesi dan Mendorong wisata alam berbasis masyarakat. 

Rumusan Focus Group Discussion 

Adapun penyusunan rumusan dihasilkan dari pendekatan partisipatif dengan melibatkan peserta dari berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan kesepakatan bersama.

Rumusan yang dihasilkan antara lain,  pengelolaan TN Gandang Dewata harus memperhatikan perencanaan Kawasan konservasi, perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Pemanfaatan sumberdaya hayati secara lestari, pemberdayaan masyarakat dan kerjasama. 

Dirumuskan pula bahwa masyarakat di sekitar TN Gandang Dewata sebagai subyek melalui perencanaan aktualisasi program sehingga dapat merasakan manfaat langsung dan tidak langsung untuk peningkatan kesejahteraan. 

Tidak kalah penting adalah bahwa hutan, ekosistem, dan satwa liar di TN Gandang Dewata harus dijaga oleh semua pihak baik pemerintah, pemangku adat, masyarakat, LSM maupun swasta.

Sambutan Bupati yang disampaikan Asisten I Bidang Pembangunan,  mengharapkan agar kehadiran TN Gandang Dewata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Mamasa kedepan secara signifikan. 

Ia juga berharap agar kelestarian alam tetap terjaga. 

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Bupati Mamasa yang diwakili  Asisten I Bidang Pembangunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat. 

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat diwakili oleh Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kepala Bapeda Kabupaten Mamasa, Kepala  Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Camat Mamasa.

Para Kepala KPH sekitar TN Gandang Dewata, perwakilan Balai Pengelolaan DAS Lariang Mamasa, Kepala Desa Tondok Bakaru, dan Kepala Desa Taupe. 

Selain unsur pemerintah, hadir pula akademisi dari Universitas Sulawesi Barat, WALHI, Tokoh-Tokoh masyarakat, perwakilan dari komunitas anggrek Tondok Bakaru serta pengelola wisata di sekitar Desa Tondok Bakaru. 

 

 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rusak Kawasan Konservasi, HJB Wakil Ketua DPRD Takalar dijerat Pidana Berlapis

Tudingan Obral Ijin di Era Jokowi, KLHK Membantah Keras

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar