Ekspresikan kecintaan sosial, Ma’sum Jafar luncurkan buku Menafsir Cinta

Penulis buku Menafsir Cinta, Ma'sum Jafar

Terkini.id, Makassar – Salah satu penerbitan buku yang cukup eksis di Makassar, penerbit MIB Indonesia kembali menggelar Launching Buku terbitannya, “Menafsir Cinta” karya Muhammad Ma’sum Jafar.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Talkshow ini berlangsung di Cafetaria Pasar Segar, Jalan Pengayoman Makassar dan dihadiri oleh puluhan pegiat literasi di Kota Makassar.

Berbagai kegiatan ditampilkan dalam kegiatan ini antara lain, Bincang Buku Menafsir Cinta yang dibawakan langsung oleh penulisnya, Ma’sum Jafar bersama Asratillah (Direktur Profetik Institute), dan Talkshow Kepenulisan Puisi oleh Liyana Zahirah.

Pimpinan Redaksi MIB Indonesia, Aurora Rahmah juga turut hadir memaparkan diskusi mengenai cara menerbitkan buku di penerbit MIB Indonesia.

Suasana jalannya kegiatan

Ma’sum Jafar dalam paparan materinya mengungkapkan kesenangannya menulis dimulai sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Dengan menulis kita dapat menuangkan ide dan kreatifitas kita. Menulis juga dapat menggerakkan jiwa dan batin bagi pembacanya,” kata Ma’sum Jafar. Kamis, 25 Januari 2018.

Buku Menafsir Cinta kata Ma’sum Jafar terinspirasi dari kondisi masyarakat terlantar karena begitu banyak tokoh-tokoh elit negeri yang acap kali menebar janji ke masyarakat tetapi tidak menepatinya, karena janji-janji tersebut tidak lahir dari rasa cinta mereka kepada masyarakat.

“Proses pembuatan buku ini memakan waktu kurang lebih 5 bulan. Kendalanya yakni saya kesulitan mencari orang-orang yang memiliki pemikiran sufistik di Makassar, hingga akhirnya saya bertemu dengan sastrawan Sulhan Yusuf yang direkomendasikan oleh ustad saya, Nur Jabir,” ungkapnya saat ditanyakan kendala yang dialaminya saat menulis buku Menafsir Cinta.

Buku Menafsir Cinta

Kelebihan buku Menafsir Cinta menurut Ma’sum Jafar adalah buku ini dapat memantik perasaan kita untuk melakukan gerakan-gerakan sosial di tengah-tengah masyarakat dengan dilandasi rasa cinta dan tidak saling mengeksploitasi satu sama lain.

Aurora Rahmah selaku Pimpinan Redaksi MIB Indonesia menuturkan apresiasinya setelah mengkaji keseluruhan isi naskah buku Menafsir Cinta sebelum proses penerbitan buku ini dimulai.

“Setelah kami dari penerbit MIB mengkaji keseluruhan isi buku ini, menurut kami buku ini sangat layak untuk diterbitkan dan dibaca oleh para pembaca di Indonesia. Buku ini seperti makanan lezat untuk orang-orang yang lapar akan rasa cinta,” pungkas penulis buku ‘Darimana Datangnya Rindu’ ini.

Pimpinan Redaksi penerbit MIB Indonesia, Aurora Rahmah menyampaikan apresiasinya terhadap buku Menafsir Cinta

Kegiatan ditutup dengan penampilan grup musikalisasi puisi, Senandung Rindu dan penampilan dari grup teater puisi, Tanda Seru.

Berita Terkait