Ekstasi milik Amir Aco gagal diedarkan di dalam Lapas

900 butir ekstasi digagalkan beredar di dalam Lapas Makassar./ Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Kiriman paket berisi ratusan ekstasi dari Belanda digagalkan polisi saat memasuki wilayah Makassar. Paket kiriman itu milik terpidana mati atas kasus narkoba, Amir Aco.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penangkapan berawal saat pihak bea cukai Makassar menginformasikan ada kiriman barang yang mencurigakan yang dikirim melalui PT. Pos Indonesia.

“Tim Subdit I langsung melakukan pengecekan informsi yang diterima itu pada hari Jumat tanggal 17 nopember 2017 sekitar pukul 16.30 wita itu,” kata Dicky.

Selanjutnya, tim subdit 1 bersama dengan petugas bea cukai dan dibantu PT. Pos Indonesia melakukan control delivery di Jl. Rappokalling Raya dan melakukan penangkapan terhadap Sanra dan suaminya Suriansah.

Kemudian dari situ dilakukan pengembangan lagi dan mengamankan Thamrin dan Arsyal yang ingin mengambil barang kiriman yang diterima Sanra itu.

Kemudian dilakukan lagi pengmbangan ke Jl. Cenderawasih IV polisi mengamankan Sulpiati bersama Amirah. Dari hasil introgasi dilakukan lagi pengembangan ke lapas kelas I Makassar tim menemui Amir Aco.

Baca :Bea Cukai berhasil gagalkan peredaran 2,5 juta batang rokok ilegal

“Dari hasil introgasi barang kiriman merupakan barang milik Aco. Yang di pesannnya atas perintah dari Bosnya di lapas nusakambangan,” terang Dicky.

Saat ini, petugas masih merampungkan pemeriksaan terhadap para pelaku. Total, petugas berhasil mengamankan enam terduga pelaku.

Untuk barang bukti, petugas menyita sebuah kotak kardus berisi satu set sound karaoke warna pink, 989 biji pil ekstasi berwarna hijau merk gucci, dan delapan unit handphone