Facebook Dinilai Biarkan Ujaran Kebencian, Adidas hingga Unilever Setop Pasang Iklan

Terkini.id, Jakarta – Facebook mendapat kecaman akhir-akhir ini akibat dinilai terlalu lamban menghapus postingan postingan yang bernada rasis dan ujaran kebencian.

Akibatnya, tagar #StopHateforProfit pun menggema.

Bahkan, beberapa perusahaan besar telah memberhentikan iklannya di Facebook. Dikutip dari cnn, perusahaan yang menghentikan iklannya tersebut antara lain Adidas, Ford, Puma, Patreon, Honda, Lego, Unilever, bahkan Microsoft serta Starbucks sebagai salah satu pengiklan terbesar pada platform ini tahun lalu

Sebelumnya, beberapa NGO, termasuk Anti-Defamation League (ADL) dan NAACP mempopulerkan tagar kampanye #StopHateforProfit minggu lalu di twitter dan meminta perusahaan mayor untuk berhentikan pengiklanan di Facebook.

Adapun Gerakan #StopHateforProfit dalam laman resminya menyampaikan bahwa Facebook mengizinkan hasutan dari media bias nasionalis kulit putih untuk menyerang para pemrotes yang berjuang untuk keadilan rasial seperti George Floyd, Ahmaud Arbery, ataupun Rayshard Brooks.

Menarik untuk Anda:

Ia juga menuduh platform media sosial tersebut mengambil profit untuk hate speech maupun rasisme dan antisemitisme. Dalam Laman tersebut juga ditunjukkan ratusan bisnis yang terlibat dalam kampanye tersebut.

Menurut CEO ADL Jonathan Greenblatt, Hate Speech di Facebook sebelumnya telah menciptakan genosida terhadap Muslim Rohingnya di Myanmar, dan termasuk pada kasus Christchurch, pelaku yang menggunakan platform tersebut untuk livestream penembakan jamaah salat Jumat di masjid.

Organisasinya telah mendorong facebook untuk menjadikan platformnya lebih aman, namun justru ia merasa tidak ada perubahan platform ini sampai dengan kasus kematian George Floyd yang melibatkan hasutan dari media bias supremasi kulit putih seperti Breitbart News.

Namun Nick Clegg, Vice President Urusan Global dan Komunikasi Facebook membantah hal tersebut, ia mengatakan bahwa Facebook tidak mengambil insentif ataupun keuntungan dari hate speech, ia juga mengatakan Facebook tidak dapat mengeliminasi seluruh hate speech yang ada di platform, demikian dikutip dari Bloomberg.

Dilansir dari BBC, Mark Zuckeberg, CEO Facebook, justru tidak mundur dengan komitmennya dengan mengatakan bahwa kemungkinan “seluruh pengiklan akan kembali ke platform ini secepatnya”.

Ia juga menambahkan bahwa Facebook beserta jajarannya tidak akan “merubah kebijakan atau pendekatan pada hal apa pun hanya karena ancaman untuk pendapatan yang sedikit” Areeq Chowdhury dari WebRoots Democracy juga percaya bahwa perusahaan tidak akan bertahan lama untuk menghentikan iklannya di platform itu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Huawei Kini Jadi Smartphone Nomor Satu di Dunia, Samsung Kedua

Canggih, realme Kenalkan Teknologi Pengisian Daya Cepat, Ini Keunggulannya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar