Facebook Ikut Kawal Pemilu 2019, Fokus Atasi Berita Hoax

Terkini.id, Jakarta – Kampanye Pemilihan Umum tahun 2019 yang sudah dimulai sejak September lalu, ikut melibatkan media sosial, seperti Facebook.

Makanya, perusahaan media sosial yang berkantor di Menlo Park, Amerika Serikat tersebut telah menyiapkan beberapa langkah untuk memastikan kelancaran pemilu di Indonesia.

“Saat kita melihat tujuan untuk pemilu di Indonesia pada bulan Juni, kita ingin membawa Election Integrity Playbook milik kami ke Indonesia,” ujar Politics and Government Outreach Facebook APAC Roy Tan, saat acara Looking Back at 2018 di kantor Facebook Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa 11 Desember 2018.

Tan mengungkapkan, ada lima hal kunci yang menjadi fokus mereka.

Fokus tersebut antara lain pemberantasan akun palsu, mengurangsi distribusi berita palsu, transparansi iklan politik, memberantas aktor jahat, dan menyebarkan informasi penting terkait pemilu kepada masyarakat Indonesia.

Dilansir detikcom, ada tiga hal utama yang dilakukan Facebook untuk menjamin agar platformnya tidak disalahgunakan untuk menggangu pemilu.

Pertama, mereka bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kominfo untuk mengenali dan melaporkan berita palsu.

Mereka juga memberikan pelatihan kepada admin media sosial partai politik dan politisi untuk mengamankan akun mereka selama periode pemilu.

“Hal-hal seperti two-factor authentication, untuk memastikan mereka tidak jadi korban email phishing dan tidak memberikan detail penting. Karena selama periode pemilu, sudah umum untuk orang-orang meretas akun dan memposting konten yang tidak kredibel,” jelas Tan.

Selain itu, Facebook juga bekerja sama dengan enam media untuk menjadi pemeriksa fakta pihak ketiga.

Pemeriksa fakta ini akan meninjau tautan-tautan yang dibagikan di Facebook dan menggolongkan mereka sebagai berita palsu atau tidak.

Jika terbukti merupakan berita palsu, maka Facebook akan memberikan konteks tambahan berupa artikel terkait yang berisi fakta sebenarnya.

Akan tetapi, Facebook juga berupaya mengurangi penyebaran berita palsu dengan menghapus akun-akun palsu yang menyebarkannya.

“Kadang berita palsu itu disebarkan oleh akun palsu, jadi dengan menghapus akun palsu akan mengurangi penyebaran berita palsu,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN