Facebook terancam dihapus, 5 hal miris ini pasti akan terjadi

Hastag #deletefacebook dari Brian Acton yang saat ini viral di media-media sosial. (foto/boombastis.co)

Terkini.id, – Keberadaan Facebook (FB) kian terancam dengan bocornya data pengguna kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Akibat hal tersebutlah citra platform sosial media paling merakyat ini ikut tercoreng.

Kabarnya sebanyak kurang lebih 50 juta data user dicuri dan disimpan dalam Cambridge Analitica, sebuah firma analisis data yang ada di Amerika Serikat. Data ini tentunya disalahgunakan, termasuk ketika pemilihan presiden Donald Trump pada pilpres 2016 lalu.

Kasus ini tentu membuat geram banyak pihak, termasuk pendiri Whatsapp. Melalui akun twitter pribadinya, Brian Acton mengajak netizen untuk beramai-ramai memakai hastag #deletefacebook. Kicauan ini menjadi viral, banjir komentar dan sudah di retweet 10.000 pengguna.

Platform Facebook. (foto/pacozea.com)

Namun jika benar-benar Facebook akan dihapus, berikut ini fakta miris yang akan terjadi bagi para penggunanya, seperti dilansir dari Boombastis.

1. Merugikan Media Online

Facebook. (foto/blogspot.com)

Menarik untuk Anda:

Jika kamu adalah pengguna setia facebook, maka pasti sering sekali kamu temukan berbagai macam pemberitaan di berandamu. Pemberitaan tersebut tentunya dimiliki oleh portal online yang keberadaannya hampir menggeser pamor media cetak.

Facebook dalam hal ini adalah platform yang berfungsi sebagai media pembantu, tempat menyebarluaskan berita tersebut. Keuntungannya tentu dari semua pihak, facebook akan semakin bertambah penggunanya, media online akan semakin dikenal banyak orang, dan pengguna smartphone juga bisa melek berita hanya dengan scrolling hape saja.

2. Kesedihan melanda pengguna di daerah terpencil

Ilustrasi. (foto/infobae.com)

Media sosial ini adalah satu-satunya media yang paling marakyat, bisa diakses oleh siapapun terlepas dari seberapa terisolasinya daerah mereka. Di beberapa tempat terpencil, mereka yang mau terlihat lebih gaul pasti mempunyai akun yang satu ini, mulai dari anak SD, SMP, SMA hingga orang tua.

Kepopuleran Facebook jelas melebihi Instagram atau Whatsapp. Alasannya tentu karena fitur beragam (posting foto, status, baca berita) hanya dalam satu aplikasi saja.

3. Pebisnis online kehilangan lapak dagangannya

Ilustrasi. (foto/Maxmanroe.com)

Selama beberapa tahun terakhir ini, jualan melalui media online menjadi laris manis dan meraup banyak keuntungan. Sebagian besar orang memilih bekerja sampingan menjajakan dagangan, dan facebook adalah salah satu lapak mereka.

Menghapus facebook sama saja artinya seperti menggusur para penggiat dagangan dari rumah tinggal mereka. Meski mungkin yang berdagang sudah mempunyai brand dan dikenal banyak orang, pindah lapak tentu tidak menjadi masalah. Tapi untuk yang hanya mengandalkan facebook, bagaimana?

4. Berbagai komunitas akan kehilangan media sharing

Ilustrasi. (foto/blogspot.com)

Keunggulan yang dimiliki media Mark Zuckerberg ini salah satunya yakni kapasitas untuk menampung banyak orang dalam satu grup dan komunitas. Sederhana saja, ada ribuan komunitas yang dibentuk karena mereka memiliki kehobian, serta visi yang sama, dan bisa terus menambah anggota tanpa terhalang daya tampung.

5. Tak akan lagi menemukan jodoh dan teman lama yang terpisah jarak

Ilustrasi. (foto/blogspot.com)

Walaupun tidak seurgent 4 alasan di atas, poin terakhir ini ada benarnya juga kan? Dulu bahkan hingga sekarang, facebook telah banyak sekali berjasa mempertemukan jodoh serta teman yang sudah berpuluh tahun terpisah oleh jarak. Kamu mungkin juga pernah mengalaminya.

Nah itulah 5 hal miris yang akan terjadi jika Facebook benar-benar dihapus dan lenyap dari media online. Namun, pastinya #deletefacebook ini tidaklah semudah yang ditulis oleh Brian Acton.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ramalan Shio Hari Ini, Monyet Pembawa Energi dan Antusiasme yang Dinamis.

Mengenal Mbah Sarikem, Perempuan Tertua Asal Sragen Berusia 1,1 Abad

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar