Fakta-fakta Terbaru Kinerja Industri Keuangan di Sulsel Triwulan III 2018

Kepala OJK Regional Sulampua, Zulmi (ketiga kiri), memberi penjelasan dalam Journalist Update, di The Bos Cafe, Jalan Botolempangan, Senin 5 November 2018

Terkini.id, Makassar – Kinerja Industri keuangan di Sulawesi Selatan tetap tumbuh positif. Itu sesuai informasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan pada Senin 5 November 2018.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi, menjelaskan, perkembangan industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan posisi September 2018 masih tumbuh positif.

“Ditopang fungsi intermediasi yang tinggi, disertai tingkat risiko yang tetap aman.
Industri perbankan masih tumbuh positif dengan kinerja intermediasi perbankan yang tetap tinggi,” terang dia.

Aset Bank Tumbuh 6,38 % dari Tahun Lalu

Total aset perbankan di Sulsel untnuk posisi September 2018 tumbuh 6,38% yoy dengan nominal mencapai Rp142,137 triliun.

Angka tersebut terdiri dari aset Bank Umum Rp139,50 triliun dan aset BPR Rp2,63 triliun.
Berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp134,67 triliun dan aset perbankan syariah Rp7,45 triliun. Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 126,43% dan tingkat risiko kredit bermasalah berada di level aman 4,38%.

Industri Syariah Tumbuh 5,09 %

Industri perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan Aset perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan 5,09% yoy dengan nominal Rp7,45 triliun.

Hal itu sejalan dengan pertumbuhan aset perbankan konvensional 6,45% yoy dengan nominal Rp134,67 triliun.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencatat pertumbuhan double digit 10,93% yoy dengan nominal Rp4,72 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional 5,79% yoy dengan nominal Rp88,25 triliun.

Industri BPR Tumbuh Dobel Digit

Aset Bank Perkreditan Rakyat atau BPR tumbuh tinggi 10,22% yoy menjadi Rp2,63 triliun, dengan DPK yang tumbuh 9,61% yoy menjadi Rp1,60 triliun, dan penyaluran kredit yang tumbuh 11,98% yoy menjadi Rp2,28 triliun.

Kinerja Kredit dan DPK Perbankan di Sulsel

Penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 6,52% yoy menjadi Rp118,55 triliun, terdiri dari kredit modal kerja Rp45,55 triliun, kredit investasi Rp20,08 triliun, dan kredit konsumsi Rp52,92 triliun.

Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan kredit tertinggi ke sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 38,17% yoy, sektor Pertanian, perburuan dan Kehutanan 36,53% yoy, serta sektor Perantara Keuangan 33,55% yoy.

Adapun pada sektor bukan lapangan usaha, kredit untuk pemilikan rumah tinggal dan kredit lainnya tumbuh tinggi masing-masing 14,65% yoy dan 28,32% yoy.

Sementara, untuk penghimpunan DPK, OJK mencatat mengalami pertumbuhan 6,04% dengan nominal Rp92,97 triliun, terdiri dari giro Rp13,56 triliun, tabungan Rp49,37 triliun, dan deposito Rp30,02 triliun.

Kredit Bermasalah 4,38 Persen

Kredit bermasalah atau nonperformin loan (NPL_ perbankan Sulsel tetap terjaga di level aman 4,38%. Secara rinci, NPL bank umum berada di posisi 4,41%, sedangkan NPL BPR berada pada posisi lebih rendah 2,59%.

Kinerja Kredit Usaha Mikro

Kredit usaha mikro terus tumbuh. Tercatat, Realisasi kredit kepada UMKM di Sulsel tumbuh 4,40% yoy menjadi Rp37,22 triliun.

Pertumbuhan tertinggi terdapat pada kredit usaha mikro 15,96% yoy menjadi Rp11,92 triliun.

Adapun kredit usaha kecil dan kredit usaha menengah masing-masing tumbuh 1,46% menjadi Rp13,79 triliun dan -2,31% menjadi Rp11,50 triliun.

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Sementara itu, di Sulawesi Selatan, seluruh perbankan tercatat sudah menyalurkan hingga 83,20% dari target
Realisasi KUR 2018 hingga bulan September dengan total penyaluran mencapai Rp4,98 triliun atau telah mencapai 92,22% dari target KUR 2018 sebesar Rp5,40 triliun.

KUR tersebut disalurkan kepada 199.587 debitur dengan NPL berada pada posisi yang sangat rendah 0,13%.

Penyaluran KUR telah menjangkau seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan realisasi tertinggi di Kota Makassar Rp611,88 miliar (share 12,28%), disusul Kabupaten Bone Rp449,65 miliar (share 9,03%), dan Kabupaten Sidrap Rp346,04 miliar (share 6,95%).

Agen Laku Pandai Tumbuh Sangat Tinggi

Jumlah agen Laku Pandai tumbuh 100,23% yoy menjadi 17.742 agen dengan jumlah nasabah mencapai 286.798 nasabah dan nilai tabungan mencapai Rp74,26 miliar.

Jumlah agen terbanyak terdapat di Makassar dengan 2.974 agen (share 16,76%), disusul Bone dengan 1.334 agen (share 7,52%), dan Maros dengan 1.222 agen (share 6,89%).

Industri Pasar Modal Sulsel

Industri pasar modal juga mencatat pertumbuhan sangat tinggi.

“Jumlah investor pasar modal di Sulsel mencapai 25.213 investor, tumbuh signifikan 61,36% yoy. Pertumbuhan sangat tinggi pada investor reksadana 90,99% dengan investor sebanyak 10.493, disusul investor saham yang tumbuh 47,95% yoy dengan 12.284 investor, dan investor Surat Berharga Negara (SBN) yang tumbuh 33,26% yoy dengan investor mencapai 2.436,” terang dia.

Adapun nilai transaksi saham di Sulsel hingga September 2018 mencapai Rp9,07 triliun, tumbuh 76,63% yoy,” terang dia lagi.

Industri Keuangan Non-bank (IKNB)

Pada industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 4,80% yoy menjadi Rp955,17 miliar, total aset lembaga pembiayaan ekspor tumbuh 37,87% yoy menjadi Rp1,96 triliun, total aset perusahaan modal ventura tumbuh 35,81% menjadi Rp60,39 miliar, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 5,42% menjadi Rp12,63 triliun, dan pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian tumbuh 8,52% menjadi Rp3,28 triliun.

Asuransi Agribisnis

OJK menyampaikan, industri asuransi juga terus digenjot pihaknya. Di sektor asuransi pertanian, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) telah menjangkau 8.356,51 Ha dengan nilai premi mencapai Rp1,50 miliar dan nilai klaim Rp2,67 miliar.

Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) telah meng-cover 12.776 ekor sapi dengan nilai premi 2,55 miliar dengan nilai klaim mencapai Rp3,58 miliar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Ekobis

Apresiasi Konsumen, Suzuki Gelar Loyal Gathering

Terkini.id,Makassar – Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dengan segenap konsumen, PT Megahputera Sejahtera selaku main dealer Suzuki di kota Makassar menggelar acara Loyal Gathering New Carry Pickup di Red