Makassar Terkini
Masuk

Forum Literasi Inspiratif (FLI) gelar bazar Dialog – Ecobrick Solusi Penyelamatan Lingkungan

Terkini.id, Makassar- Forum Literasi Inspiratif (FLI) – Makassar, telah menggelar kegiatan Bazar Dialog yang bertema, ”Upaya Penyelamatan Lingkungan Lewat Ecobrick,” dan Profile Kopi Baca, yang digelar pada sabtu (05/10/2019) di Kokas (Kopi Kapasa).

Kegiatan dengan tema, “Upaya Penyelamatan Lingkungan Lewat Ecobrick, dan Profile Kopi Baca,” yang di hadiri oleh dua Narasumber yakni, Ahmad Yusran selaku Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar, dan Alie Al-Hakim selaku pengelola komunitas belajar Common Science Community (CSC). Sejumlah pemuda dan mahasiswa juga ikut terlibat dan berpartipasi dalam kegiatan ini.

Permasalahan lingkungan memang menjadi masalah yang sangat serius sampai saat ini khususnya di Indonesia. “Indonesia merupakan negara penyumbang limbah plastik terbesar kedua di dunia,” ungkap Muthmainna Febryanti selaku moderator pada saat ia membuka dialog tersebut.

Limbah plastik merupakan hasil produksi dari kegiatan aktifitas manusia dalam kehidupan. Sekalipun dampak dan bahayanya limbah plastik akan mempengaruhi ekosistem di darat ataupun dilautan, limbah plastik juga dapat dikelola menjadi bahan yang dapat dipergunakan sebagai kebutuhan manusia. Ecobrick merupakan salah satu upaya untuk mengurangi limbah plastik, dan juga merupakan solusi mengatasi limbah plastik. Hal ini di terangkan dalam pembahasan Bazar Dialog ini.

Pembicara pertama, Ahmad Yusran mengungkapkan bahwa, ”masalah limbah plastik bukan merupakan hal yang berbahaya bagi manusia, jika kita lebih mengenal dan mengerti tentang limbah plastik itu, baik itu limbah yang sifatnya organik maupun non-organik,” tegasnya.

Kesadaran adalah hal yang sangat penting dalam menanggulangi dampak buruk dari limbah. Seperti yang diketahui bahwa masyarakat yang konsutif tidak terlepas dari permasalahan limbah.

Hal ini ditegaskan oleh Alie Al-Hakim selaku pembicara kedua mengungkapkan “sebenarnya cara penanggulangan limbah ini adalah masalah kesadaran manusia itu sendiri, sebab kita sendiri yang menjadi konsutif dan sekaligus menjadi pelaku dari produksi sampah itu sendiri, dan kita pun tidak bisa mengharapkan tanggungjawab pemerintah sebagai solusi pencegahan melainkan ini adalah tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

Hendrik Hamzah selaku Ketua Pantia menyampaikan di akhir penutupan bazar dialog ini dengan satu harapan positif, ”semoga bazar Dialog ini bisa menjadi awal kesadaran untuk pribadi kita masing-masing, terutama dalam kehidupan kita sehari-hari mengenai cara mengatasi limbah plastik untuk lebih adaptif terhadap persoalan-persoalan lingkungan lainnya, dan semoga ecobrick ini menjadi solusi yang baik,” tegasnya.