Gagal Jadi Anggota Dewan, Caleg Ini Usir Satu Warga dari Desanya

Caleg
Ilustrasi Caleg. (foto: jarrak.id)

Terkini.id, Kolaka – Salah seorang calon anggota calon legislatif (Caleg) dari Kabupaten Kolaka Utara, geram usai perolehan suaranya di Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha, tak sesuai dengan harapannya.

Caleg yang tak disebutkan namanya tersebut, diduga menyuruh salah seorang warga di desa itu bernama Ahmad, pindah dari rumah yang berdiri di atas lahan miliknya.

Rumah panggung berbahan kayu yang ditempati Ahmad tersebut sudah ia tempati selama lebih kurang 7 tahun. Rumah itu berdiri di atas lahan milik si Caleg. Dalam rumah itu, Ahmad tinggal bersama seorang istri dan satu orang anak.

Menurut penuturan salah seorang warga di desa tersebut, Jefri, mengatakan bahwa rumah Ahmad dipindahkan sejauh 30 meter dari lahan milik si Caleg itu.

“Dipindahkan sejauh 30 meter lebih dari tempatnya semula, kita pikul ramai-ramai,” kata Jefri, dikutip dari Liputan6, Selasa 23 April 2019.

Menarik untuk Anda:

“Rumahnya dipindahkan ke lahan milik saudara kandung yang bersedia menampung Ahmad sementara, sampai dia mendapatkan lahan baru,” sambungnya.

Pada Minggu 21 April 2019, sekitar 20 orang warga yang merupakan tetangga Ahmad langsung datang membantu memindahkan rumah tersebut.

Dengan menggunakan bambu dan kayu, warga kemudian memikul dan menggotong rumah milik buruh tani itu.

“Kebiasaan warga di kampung kami memang memikul rumah beramai-ramai jika ada tetangga yang pindah. Jika itu rumah panggung, warga membantu dengan memasang bambu dan kayu di bawah lantai rumah,” kata Jefri.

Si Caleg maju di Dapil II Kabupaten Kolaka Utara

Caleg
Warga beramai-ramai membantu Ahmad memindahkan rumahnya dari lahan milik si Caleg. (foto: liputan6.com)

Sementara itu, Ahmad yang dihubungi oleh awak media membenarkan soal pemindahan rumah miliknya. Namun dirinya enggan menyebutkan nama Caleg yang bersangkutan.

Caleg tersebut, kata Ahmad, maju di Dapil II Kabupaten Kolaka Utara. “Memang benar. Namun saya ikhlas karena bukan tanah milik saya,” terangnya.

Ia pun menceritakan kronologi hingga dirinya diminta pindah oleh si Caleg pasca pemilu 2019. Saat itu, kata dia, si Caleg pemilik lahan tersebut tidak mendapatkan suara maksimal di desanya, sehingga dirinya tak lolos sebagai anggota legislatif dari Dapil II.

“Pas Jumat (19 April 2019) tiba-tiba muncul pemberitahuan jika saya harus pindah secepatnya. Saya tak bisa menolak karena bukan lahan saya,” ujarnya.

‘Saya sudah berupaya memenangkan Caleg yang bersangkutan di wilayahnya. Namun, dia tak meraih suara seperti target yang direncanakan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Caleg yang bersangkutan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dosen Swinger di Jogja Sudah Melakukan Aksi Bejatnya Sejak Belasan Tahun Lalu, Pernah Dipukuli

3 Klaim Diduga Hoax Dalam Video Anji yang Membuatnya Bisa Terjerat Pidana

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar