Gaji Belum Dibayar, Dosen UIT Protes Pihak Yayasan

Dosen UIT
Dosen-dosen UIT

Terkini.id, Makassar – Dosen Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar mengaku belum mendapat gaji dan tunjangan dari pihak yayasan kampus.

Seorang perwakilan Dosen UIT Makassar, Zulkifli bahkan mengaku hingga saat ini pembayaran beban asuransi untuk BPJS Kesehatan serta Ketenagakerjaan belum dibayar oleh pihak yayasan.

“Gaji dosen selama ini di bawah Upah Minimum Kota, tidak melaksanakan Tunjangan Hari Raya atau THR dan tidak membayarkan BPJS Kesehatan juga Ketenagakerjaan,” katanya di Sekertariat Serikat Dosen Pengajar (SDP) UIT, Jalan Salemo Makassar, Rabu 18 Juli 2018.

Ia mengaku hal ini sebuah pelanggaran dan musibah pendidikan yang seharusnya disikapi secara serius, namun malah mengabaikan hak-hak dosen.

“Apa yang diperbuat ketua yayasan UIT dalam hal ini dipimpin H Haruna mengabaikan hak kami,” ungkapnya.

Dosen juga kata dia telah melaporkan pimpinan Yayasan H Haruna ke Polda Sulsel atas penyalahgunaan aset yayasan dijadikan restoran dan mal diduga untuk keuntungan pribadi.

“Kami juga sudah lapor tindak pidana serta dugaan pelanggaran terhadap hak-hak dosen,” papar dia.

Sejak itu ia mengaku dipecat gara-gara menyuarakan hak dosen, sehingga pihaknya sudah mengadukan persoalan tersebut kepada Dinas Ketenagakerjaan Sulsel sejak 2016, tetapi sampai saat ini tidak ada penyelesaian.

Selain itu, ia juga mempertanyakan pembayaran mahasiswa dan pengelolaan dana yayasan tidak transparan selama beberapa tahun terakhir. Sehingga ini menjadi pertanyaaan dikemanakan dana tersebut, lantas dosen tidak diberikan haknya.

“Adanya dugaan pengelolaan dana yang tidak transparan. Kadisnaker Sulsel telah menyampaikan kepada kami bahwa yang bersangkutan mengabaikan panggilan kedua dan sudah diteruskan ke Polda Sulsel. Bila panggilan ketiga tetap tidak hadir maka dalam pasal 19 ayat 2 KUHP maka H Haruna bisa ditangkap,” tegas mantan Ketua SDP UIT ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa gaji dosen UIT saat ini masih di bawah standar pengupahan profesi atau sekitar Rp 1,5 juta per bulan.

Tapi faktanya, hanya dibayarkan Rp 400-Rp 800 ribu per bulan, belum lagi biaya pembayaran BPJS dibebankan ke dosen masing-masing.

Pihak yayasan berkilah pembayaran gaji itu berdasarkan laporan Rektor UIT, sejauh mana aktivitas dosen itu mengajar kepada mahasiswa.

“Jelas ini tidak sesuai realita seluruh dosen mengajar dengan sepenuh hati tanpa mengurangi jam kerjanya,” ulas dia.

Sementara Sukardi Seidi selaku Wakil Rektor IV UIT sekaligus dosen mengatakan, dirinya hanya menerima tunjangan sebesar Rp 650 ribu selama beberapa bulan dari dijanjikan Rp 850 ribu. Bahkan gajinya sangat tidak sesuai dengan jabatan.

“Saya ini dosen sudah sertifikasi, tapi gaji tidak sesuai jabatan. Lebih parah lagi ada dosen Luar Biasa dan Dosen Perbantuan Kopertis malah tidak mendapat honor mengajar disana selama berbulan-bulan, yayasan hanya janji-janji mau dibayar, kalaupun dibayar terlambat melalui bulan-bulan berikutnya,” ungkap dia.

Sejak 2016, sebanyak 74 dosen UIT Makassar mengadu ke Disnaker Makassar

Sejak 2016, sebanyak 74 dosen UIT Makassar mengadu ke Disnaker Makassar selanjutnya ditindaklanjuti ke Disnaker Sulsel terkait dengan gaji mereka menuntut dibayarkan. Pimpinan Yayasan H Haruna diketahui saat ini maju menjadi Bakal Calon Legislatif DPR.

Meski aduan diterima, sejauh ini tidak berjalan dan terkesan jalan di tempat. Pihak Disnaker Sulsel telah memanggil yang bersangkutan selama dua kali namun diabaikan yayasan.

Terpisah, Humas Kampus UIT, Zulkarnain Hamzon saat dikonfirmasi terkait soal tersebut menyatakan, apa yang disampaikan dosen tersebut adalah tidak benar.

“Bohong itu, bilang mana datanya kalau itu benar,” singkatnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Empat Prodi di Unhas Raih Akreditasi Internasional ASIIN

Terkini.id, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar acara syukuran yang dirangkaiakan dengan penyerahan Sertifikat ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften