Gakkum KLHK Sulawesi Limpahkan Kasus Penebangan Hutan ke PN Makale Toraja

Gakkum KLHK
Lokasi penebangan hutan tersangka MBA

Terkini.id, Toraja – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan telah mengeluarkan surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan atas nama inisial MBA, seorang pensiunan sekaligus mantan Kabid Dinas Kehutanan Kabupaten, pada Selasa, 27 Agustus 2019,

Tersangka MBA disangka melanggar Pasal 78 ayat (5) jo pasal 50 ayat (3) huruf e UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Tersangka juga dikenai Pasal 82 ayat (1) huruf c jo Pasal 12 huruf c dan atau pasal 84 ayat (1) jo pasal 12 huruf f UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta.

“Pidana tersebut dikenakan ke MBA atas kasus penebangan hutan yang terjadi di kawasan hutan lindung Desa Lembang Batu Alu Selatan Kecamatan Sangalla Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel,” kata Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan.

Diketahui, tersangka telah berulang-ulang melakukan kegiatan penebangan pohon dalam kawasan hutan lindung.

“Saat ini, tersangka sedang menjalani persidangan ke empat di Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja,” ujarnya.

“Tersangka juga telah melakukan upaya hukum berupa praperadilan 2 kali, melaporkan ke anggota komisi IV DPR-RI, gugatan perdata di PN Makale, melaporkan ke Kanwil Hukum HAM Sulsel bahwa oknum Penyidik Gakkum KLHK telah melanggar HAM dan sewenang-wenang,” sambungnya.

Penyidik, kata Dodi, akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap Dua) di Kejaksaan Negeri Makale dan akan disidangkan di PN Makale, Tana Toraja.

Komentar
Terkini