Gandeng Mahasiswa Unhas, PLUT Bantaeng Ajarkan Warga Olah Tuak Manis

Gandeng Mahasiswa Unhas, PLUT Bantaeng Ajarkan Warga Olah Tuak Manis

Terkini.id, Bantaeng – Pusat Layanan Umum Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Kabupaten Bantaeng bekerjasama dengan Mahasiswa Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas, menggelar bimbingan teknis pengolahan tuak manis tahan fermentasi kepada masyarakat Bantaeng. Berlokasi di Laboratorium Biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bantaeng, Sabtu, 22 Desember 2018.

Peserta kegiatan adalah pengusaha tuak daerah Dodoki Bantaeng dan siswa Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Bantaeng.

Kegiatan ini dilaksanakan karena sumber tuak manis yang berasal dari nira melimpah namun hanya mampu bertahan 8-15 jam saja. Akibatnya, rasa manis nira akan berubah menjadi masam dan pahit ketika tidak diolah dengan baik.

Konsultan Sumber Daya Manusia (SDM) PLUT Bantaeng, Dirga Ali Imran mengatakan bahwa ide awal agar tuak manis yang melimpah di Bantaeng dapat tahan fermentasi berasal dari Bupati Bantaeng,

“Karena itu, kami mengajak mahasiswa dari Biologi Unhas sebagai tim riset untuk menemukan cara agar ide tersebut dapat direalisasikan,” kata Dirga, Minggu, 22 Desember 2018.

Teknik pengolahan tuak manis, katas Dirga, agar tahan fermentasi dengan cara Pasteurisasi telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Unhas. Hasilnya, tuak manis dapat bertahan hingga tiga Minggu dalam botol kemasan.

“Atas dasar tersebut, pengolahan tuak manis tahan fermentasi siap diperkenalkan dan diajarkan kepada masyarakat Bantaeng,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Abdul, mahasiswa biologi angkatan 2014 selaku tim riset dalam kegiatan ini menjelaskan dan mempraktekkan cara pengolahan dan pembuatan tuak manis tahan fermentasi dengan menggunakan metode pasteurisasi (pemanasan) dengan alat yang mudah diperoleh masyarakat agar dapat diterapkan dalam industri rumahan.

“Penyebab rasa masam pada nira diakibatkan oleh fermentasi khamir. Sehingga dalam pengolahan tuak manis, sterelisasi dan kebersihan alat dan ruang kerja menjadi hal utama,” terangnya.

Lanjut Abdul menambahkan, produk tuak manis tahan fermentasi siap dikonsumsi setelah melalui proses pasteurisasi bertingkat selama tiga hari dan berada pada penyimpanan suhu dingin. Teknik pengolahan nira manis agar tahan fermentasi dapat dilakukan dengan metode kimia, biologi dan mekanis.

“Yang kami ajarkan kepada masyarakat adalah metode mekanis dengan cara pasteurisasi bertingkat, karena metode sederhana dan mudah diterapkan dalam industri rumahan,” ujarnya.

Lanjutnya, agar memperoleh hasil maksimal adalah dengan menggabungkan ketika metode pengolahan secara kimia, biologi dan mekanis.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Yuk, Nantikan Semarak BODY 2019 di Kampus UNM

Terkini.id,Makassar -  Biology Open Day (BODY) kembali dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNM pada 13 hingga 17 November 2019 mendatang.Kegiatan ini mengusung
Kampus

LKIM-PENA Unismuh Kembali Gelar PIKIR 2019

Terkini.id, Makassar - Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menyelenggarakan Pekan Ilmiah dan Kreativitas Remaja