Gara-gara Doyan Main Media Sosial, 5 Orang Ini Tewas Mengenaskan

Media Sosial

Terkini.id – Kecanggihan teknologi dan kebutuhan internet yang meningkat saat ini ternyata juga membawa efek yang negatif. Ternyata memang benar adanya cerita kecanduan internet yang sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Bahkan ada juga yang rela melepaskan pekerjaannya demi bermain twitter 24/7 selama tiga tahun. Beberapa dari mereka bahkan sampai bunuh diri karena dilarang memakai internet.

Separah apa kondisi orang-orang yang kecanduan internet ini? Dilansir dari terselubung, berikut 7 orang yang tewas mengenaskan akibat doyan main media sosial.

1. Gantung Diri.

Media Sosial
Ilustrasi gantung diri. (foto/deketin.com)

Seorang wanita berkebangsaan India gantung diri karena dianggap sebagai pecandu facebook oleh orang tuanya. Hal ini dikarenakan orang tuanya yang terganggu karena anaknya banyak melalaikan pekerjaan rumah karena facebook.

Baca juga:

Setelah mendapat teguran dari orang tuanya, Goswami mengunci dirinya dalam kamar. Akhirnya wanita ini ditemukan meninggal dengan gantung diri di kipas atap kamarnya.

2. Meninggal Tertabrak Kereta.

Media Sosial
Tallulah Wilson. (foto/boombastis.com)

Seorang remaja perempuan yang merupakan balerina ini memilih untuk bunuh diri karena tak boleh memiliki Hp sendiri. Sang ibu khawatir tentang fantasinya di dunia maya, oleh karena itu tidak memberikan laptop dan Hp pada puterinya.

Tallulah Wilson mengatakan pada ibunya jika melalui sosial media ada 18.000 orang yang menyayanginya. Hal ini karena depresi yang dirasakan akibat korban pembulian, kematian sang nenek dan perceraian orang tuanya.

Pada tanggal 12 Oktober 2012, remaja berusia 15 tahun tersebut pergi keluar rumah dan tanpa membawa perlengkapan baletnya. Berselang beberapa waktu kemudian, sang gadis ditemukan meninggal tertabrak kereta di stasiun St. Pancras.

3. Tewas Dipukul.

Media Sosial
Deng Senshan. (foto/caping.co.id)

Seorang remaja di China disinyalir meninggal setelah dipukuli di tempat rehabilitasi karena kecanduan sosial media. Deng Senshan meninggal kurang dari satu hari setelah dibawa ke pusat rehabilitasi.

Tao Ran selaku Direktur pusat rehabilitasi kecanduan internet pertama di China mengungkapkan, jika kematian memang mungkin saja terjadi dikarenakan sistem militer yang diterapkan di camp.

Kecanduan Internet memang merupakan masalah besar di China, karena inilah banyak pusat rehabilitasi yang sampai diiklankan di TV. Klinik Tao ini telah merawat 5.000 pecandu internet sejak tahun 2004.

4. Lompat dari Jembatan.

Media Sosial
Jonny Byrne. (foto/terselubung.in)

Sebuah trend di internet dimana para pemuda merekam video dirinya minum alkohol dalam kapasitas yang banyak di tempat yang berbahaya dikenal dengan istilah Neknomination. Di akhir video mereka harus meneriakkan nama temannya untuk melakukan aksi yang sama.

Jonny Byrne ditemukan mengambang di sebuah sungai setelah lompat dari jembatan saat melakukan neknomination. Kawannya, Ross Cummins, juga meninggal di rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya. Pria ini dilaporkan telah minum spirtus sebagai bagian dari Neknomination.

5. Kecanduan Selfie.

Media Sosial
Danny Bowman. (foto/oneslidephotography.com)

Seorang remaja pria di Inggris mencoba bunuh diri karena tidak puas dengan hasil selfie yang diambilnya. Danny Bowman menghabiskan 10 jam dalam sehari untuk selfie sebanyak 200 kali.

Pemuda ini hampir saja mengalami overdosis karena merasa kecewa. Untungnya Ibu pemuda berusia 19 tahun ini berhasil menyelamatkannya.

Karena kasus Bowman yang ekstrim ini, para dokter jiwa mulai menganggap jika kecanduan selfie merupakan gangguan jiwa yang tergolong serius.

Komentar

Rekomendasi

Cara Unik Dokter di Makassar Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggal di Gubuk Reot, Daeng Sialle Sekeluarga Butuh Uluran Tangan

Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu

Pandemi Covid-19, Kajati Sulsel dan BNI Kunjungi Warga Kurang Mampu

Demi Kuliah Daring, Mahasiswa Ini Berinisiatif Membuat Rumah Pohon

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar